Scroll untuk baca berita
CEK FAKTA

Cek Fakta: BKN Tegaskan Pesan Berantai Berisi Tautan Aplikasi di WhatsApp adalah Hoaks

×

Cek Fakta: BKN Tegaskan Pesan Berantai Berisi Tautan Aplikasi di WhatsApp adalah Hoaks

Sebarkan artikel ini
Modus ini memanfaatkan teknik rekayasa sosial atau social engineering dengan menyisipkan istilah, logo, dan narasi resmi yang menyerupai layanan BKN/Komdigi/Hibata.id
Modus ini memanfaatkan teknik rekayasa sosial atau social engineering dengan menyisipkan istilah, logo, dan narasi resmi yang menyerupai layanan BKN/Komdigi/Hibata.id

Hibata.id – Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengklarifikasi pesan berantai yang mengatasnamakan instansinya dan beredar melalui aplikasi WhatsApp.

Pesan tersebut mengandung tautan unduhan aplikasi yang dipastikan palsu dan berisiko tinggi terhadap keamanan data pengguna.

BKN menegaskan bahwa tautan yang tersebar dalam pesan WhatsApp tersebut bukan berasal dari sistem resmi instansi pemerintah.

Tautan tersebut memanfaatkan teknik rekayasa sosial (social engineering) dengan mencatut logo, istilah, dan narasi resmi yang menyerupai layanan BKN, guna menipu dan meyakinkan penerima pesan.

Baca Juga:  Cek Fakta: Klaim BSU Rp1,7 Juta dari Kemnaker di Medsos Ternyata Penipuan

“Ini merupakan upaya penipuan siber yang bisa membahayakan data pribadi masyarakat,” tulis Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia (BSSN RI) melalui akun Instagram resminya @bssn_ri.

Menurut BSSN, tautan tersebut terindikasi mengandung malware yang dapat menyebabkan pencurian data, penyadapan komunikasi digital, hingga pengambilalihan akun penting pengguna.

Masyarakat diimbau untuk tidak mengklik tautan mencurigakan dan selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi BKN atau lembaga pemerintah terkait.

Baca Juga:  Cek Fakta: Video 700 Kepala Desa Ditangkap KPK Hoaks, Faktanya Terkait Korupsi di Sulsel

“Modus ini menipu dengan membuat tampilan dan narasi seolah-olah berasal dari instansi resmi. Kami mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi serangan siber melalui pesan berantai,” ujar pernyataan BSSN RI.

Seiring meningkatnya aktivitas digital, serangan berbasis rekayasa sosial kian marak terjadi di Indonesia.

Baca Juga:  Cek Fakta: Hasto Kristiyanto Divonis 7 Tahun Penjara adalah Hoaks

BKN dan BSSN terus mengingatkan agar warga tidak mudah percaya pada pesan yang meminta instalasi aplikasi atau pengisian data pribadi melalui tautan tidak resmi.

BKN meminta masyarakat untuk segera melaporkan pesan mencurigakan ke pihak berwenang dan tetap menggunakan sumber resmi pemerintah untuk memperoleh informasi kepegawaian maupun layanan digital lainnya.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel