Hibata.id – Pemerintah Kabupaten Boalemo menyiapkan anggaran dalam APBD 2027 untuk mendukung rencana penerapan bahasa daerah Gorontalo sebagai mata pelajaran wajib di sekolah. Kebijakan ini ditujukan untuk menjaga kelestarian bahasa lokal sekaligus memperkuat identitas budaya generasi muda.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Boalemo, Rum Pagau, setelah menandatangani nota kesepakatan dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di Fakultas Sastra dan Budaya, Kampus IV Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Kamis, 15 Oktober 2026.
Nota kesepakatan itu ditandatangani Rum Pagau bersama Kepala Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, Zamzam Harori, yang mewakili Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan, pembinaan, dan perlindungan bahasa serta sastra.
Rum mengatakan, pelestarian bahasa daerah perlu dimulai dari dunia pendidikan. Sekolah dinilai menjadi salah satu ruang penting untuk mengenalkan bahasa Gorontalo kepada anak-anak agar warisan budaya tersebut tetap hidup dan diteruskan kepada generasi berikutnya.
“Insya Allah tahun depan, bahasa daerah Gorontalo ini sudah wajib diajarkan di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Boalemo. Anggarannya juga sudah kami masukkan dalam APBD 2027 dan telah disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan,” ujar Rum.
Menurut dia, rencana tersebut merupakan bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan bahasa dan budaya lokal. Rum juga menilai pelestarian budaya berpotensi memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat apabila dikelola dan dikembangkan secara berkelanjutan.
“Tentunya ini sebagai bentuk perhatian kami Pemerintah Daerah, karena memang bahasa dan budaya ini kalau kita jaga, itu bisa mendatangkan kesejahteraan,” katanya.
Rum turut menyoroti keberagaman masyarakat di Kabupaten Boalemo, terutama di Kecamatan Wonosari. Wilayah ini dihuni warga dari berbagai latar belakang, antara lain Bali, Lombok, Jawa, dan Gorontalo, yang memiliki bahasa serta tradisi masing-masing.
Keberagaman tersebut, menurut Rum, menjadi alasan penting untuk memperkuat upaya pelestarian bahasa dan budaya daerah. Ia berharap generasi muda tidak hanya mengenal keragaman budaya di sekitarnya, tetapi juga mampu memahami dan menggunakan bahasa daerah.
“Olehnya itu, dengan adanya kerja sama ini, budaya dan bahasa daerah akan dilestarikan. Mudah-mudahan anak-anak kita bisa memahami budaya-budaya daerah, khususnya dalam penguasaan bahasa daerah,” tuturnya.
Namun, Rum menegaskan bahwa nota kesepakatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif. Pemerintah daerah, kata dia, perlu memastikan kerja sama itu ditindaklanjuti melalui program konkret yang dapat dievaluasi setiap tahun.
“Saya berharap kerja sama ini tidak hanya berhenti di atas kertas, melainkan dikawal, dievaluasi, dan diwujudkan melalui program kerja nyata setiap tahunnya,” tegasnya.
Melalui kerja sama tersebut, Pemerintah Kabupaten Boalemo berharap pengembangan, pembinaan, dan perlindungan bahasa daerah dapat berjalan lebih terarah. Rencana pengajaran bahasa Gorontalo di sekolah pada 2027 menjadi salah satu langkah yang disiapkan untuk menjaga warisan budaya sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda.












