Scroll untuk baca berita
Buton

Ratusan Prajurit Dikumpulkan, Ini Pesan Tegas Danyonif TP 870 yang Bikin Hening

×

Ratusan Prajurit Dikumpulkan, Ini Pesan Tegas Danyonif TP 870 yang Bikin Hening

Sebarkan artikel ini
Komandan Batalyon, Letnan Kolonel Infanteri Andi Gumilang/Hibata.id

Hibata.id – Pagi itu, ratusan prajurit Yonif TP 870/Sangia Wambulu telah berbaris rapi di Marshalling Area, Kabupaten Buton Tengah.

Di hadapan mereka, Komandan Batalyon, Letnan Kolonel Infanteri Andi Gumilang, menyampaikan pesan tegas namun penuh makna tentang arti disiplin dan kehormatan sebagai prajurit TNI, Senin (5/1/2026).

Pengarahan tersebut bukan sekadar rutinitas. Bagi Letkol Inf. Andi Gumilang, momen itu menjadi ruang untuk mengingatkan kembali jati diri prajurit agar tetap berdiri di jalur yang benar, jauh dari pelanggaran disiplin maupun hukum.

Baca Juga:  LSM Garuda Usul Konstantinus Fokus Kesehatan dan Spiritualitas Usai Lepas Jabatan Sekda

Dengan suara tenang namun tegas, ia menekankan bahwa setiap prajurit TNI harus menjadikan Sapta Marga, Delapan Wajib TNI, dan Sumpah Prajurit sebagai pegangan hidup, baik saat mengenakan seragam maupun ketika berbaur dengan masyarakat.

Menurut dia, nilai-nilai keprajuritan bukan hanya dihafalkan, tetapi harus tercermin dalam sikap sehari-hari. Cara berbicara, bertindak, dan mengambil keputusan menjadi cerminan kehormatan seorang prajurit.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap pelanggaran, sekecil apa pun, memiliki konsekuensi. Tidak ada ruang kompromi bagi tindakan yang melanggar aturan, karena disiplin menjadi fondasi utama kekuatan TNI.

Baca Juga:  Jembatan Tona Siap Dibangun, Penghubung Sejarah Dua Pulau Kembar Muna-Buton

“Setiap pelanggaran pasti diproses sesuai aturan. Sanksinya berjenjang, mulai dari hukuman disiplin hingga pidana dan pemberhentian dengan tidak hormat,” kata Andi Gumilang di hadapan prajuritnya.

Penegakan hukum tersebut, lanjut dia, berlaku bagi seluruh personel tanpa memandang jabatan. Pimpinan dan anggota memiliki tanggung jawab yang sama di hadapan aturan.

Menjelang akhir pengarahan, suasana menjadi lebih hangat ketika Danyonif TP 870 mengajak prajuritnya untuk menjaga hubungan yang baik dengan masyarakat di Kabupaten Buton Tengah. Ia mengingatkan bahwa TNI lahir dari rakyat dan bertugas untuk melindungi rakyat.

Baca Juga:  Bupati Azhari: Tidak Boleh Ada Anak Buteng Gagal Sekolah karena Miskin

Menurutnya, kehadiran Yonif TP 870/Sangia Wambulu harus memberi rasa aman sekaligus manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.

“Kita hadir untuk masyarakat. Pastikan kehadiran kita membawa kebaikan dan menjadi contoh yang baik,” ujarnya.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel