Hibata.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo resmi meluncurkan Zona Khas (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat) di kawasan Foodcourt Limboto, Sabtu.
Peluncuran kawasan kuliner tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk menata pusat kuliner agar lebih tertib, higienis, serta mampu mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi yang hadir langsung dalam peresmian mengatakan bahwa program Zona Khas merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah membangun ekosistem kuliner yang berkualitas sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus membuka ruang usaha yang lebih layak bagi pelaku UMKM agar dapat berkembang dan meningkatkan daya saing.
“Kami ingin memastikan para pelaku UMKM memiliki tempat usaha yang tertata, nyaman, dan mendukung peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Sofyan.
Menurut dia, penataan kawasan kuliner tersebut diharapkan mampu menciptakan pusat aktivitas ekonomi baru di Kabupaten Gorontalo sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat maupun pengunjung.
Sofyan juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang selama ini aktif mendukung penguatan UMKM di daerah melalui berbagai program pembinaan dan pengembangan sistem transaksi digital.
Ia menilai kehadiran sistem pembayaran non tunai telah membantu mempercepat perputaran ekonomi para pelaku usaha.

“Terima kasih kepada Bank Indonesia yang terus memberikan pendampingan kepada UMKM di Kabupaten Gorontalo, termasuk dalam penguatan transaksi digital yang sangat membantu aktivitas usaha,” ujarnya.
Saat ini, kawasan Zona Khas Foodcourt Limboto telah diisi puluhan pelaku usaha kuliner. Selain itu, pemerintah daerah juga menata kawasan depan Kantor Bupati hingga sekitar rumah dinas bupati dengan total 137 lapak usaha, yang sebagian besar dikelola oleh pelaku usaha muda.
Sofyan menilai perkembangan tersebut menunjukkan bahwa sektor kuliner memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Perkembangan ini menjadi indikator positif bahwa sektor kuliner mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat,” katanya.
Selain memperkuat UMKM, penataan kawasan kuliner tersebut juga menjadi bagian dari persiapan Kabupaten Gorontalo menyambut Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII yang dijadwalkan berlangsung sekitar empat bulan mendatang.
Event berskala nasional tersebut diperkirakan akan dihadiri sekitar 35 ribu petani dan nelayan dari berbagai daerah di Indonesia.
Pemerintah daerah pun mulai menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, termasuk pusat kuliner yang tertata dan berkualitas untuk melayani para tamu yang akan datang.
“Kami ingin para tamu yang datang dapat menikmati kuliner daerah yang tertata, higienis, halal, dan berkualitas,” kata Sofyan.
Ia berharap keberadaan Zona Khas tidak hanya menjadi tempat berjualan bagi pelaku UMKM, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Gorontalo.
“Zona Khas diharapkan menjadi simbol kebangkitan UMKM lokal sekaligus memperkuat citra Kabupaten Gorontalo sebagai daerah yang siap menyambut event nasional serta menjadi destinasi kuliner di Provinsi Gorontalo,” katanya.













