Hibata.id – Bupati Gorontalo Sofyan Puhi melantik dan mengambil sumpah jabatan 51 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo, Jumat (27/2/2026), sebagai langkah memperkuat tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Pelantikan tersebut mencakup 28 pejabat administrator dan pengawas serta 23 kepala puskesmas yang akan bertugas di sejumlah kecamatan.
Pemerintah daerah menargetkan penyegaran birokrasi ini mampu mendorong kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) dan unit layanan kesehatan agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dalam sambutannya, Sofyan Puhi menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan secara profesional dan bertanggung jawab.
“Jabatan bukan hak, tetapi amanah dan kepercayaan negara yang harus dilaksanakan dengan tanggung jawab, integritas, dan dedikasi tinggi terhadap pelayanan publik,” kata Sofyan.
Sebanyak 28 pejabat administrator dan pengawas menempati posisi strategis di sejumlah OPD dan kantor kecamatan. Mereka bertugas di Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, Badan Pendapatan Daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta sejumlah kelurahan di Kecamatan Limboto dan wilayah sekitarnya.
Sofyan menyatakan penempatan pejabat tersebut bertujuan memastikan pelayanan di tingkat kecamatan dan kelurahan berjalan optimal, cepat, dan dekat dengan masyarakat. Ia meminta para pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi dengan tugas baru dan memperkuat koordinasi lintas sektor.
“Kita membutuhkan aparatur yang bekerja cepat, adaptif, dan mampu membangun sinergi agar pelayanan publik semakin efektif,” ujarnya.
Selain itu, Sofyan juga melantik 23 kepala puskesmas yang tersebar di Kecamatan Tibawa, Batudaa, Limboto, Telaga, Tilango, Mootilango, Tolangohula, hingga Pulubala. Pemerintah daerah memprioritaskan penguatan layanan kesehatan dasar melalui peningkatan manajemen dan kepemimpinan di puskesmas.
Menurut Sofyan, puskesmas memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Karena itu, kepala puskesmas harus memastikan layanan berjalan profesional, humanis, dan terukur.
“Puskesmas adalah ujung tombak pelayanan. Kepemimpinan di dalamnya harus solid, manajerialnya kuat, dan pelayanannya menyentuh langsung kebutuhan warga,” katanya.
Ia juga menekankan dukungan terhadap program prioritas daerah, seperti percepatan penurunan stunting, penguatan program keluarga berencana, serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Pelantikan ini menjadi bagian dari konsolidasi birokrasi pada tahun kedua kepemimpinan Sofyan Puhi. Pemerintah Kabupaten Gorontalo menargetkan terbentuknya kultur kerja yang disiplin, berintegritas, dan berorientasi pada hasil.
Dengan formasi pejabat yang baru, Pemkab Gorontalo optimistis mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, tepat, dan berkualitas hingga ke tingkat paling dekat dengan masyarakat.















