Hibata.id – Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Pohuwato (UNIPO) menggelar pelatihan digitalisasi usaha kecil di Desa Lomuli, Kecamatan Lemito, pada 1–2 Agustus 2025. Program ini menyasar pengembangan usaha bandeng presto lokal melalui e-commerce dan pelatihan kewirausahaan.
Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan E-Commerce Bandeng Presto Berbasis Digital dan Pelatihan Kewirausahaan” digelar di UKM Casamur, sentra produksi bandeng presto di desa tersebut.
Tim pengabdian masyarakat Universitas Pohuwato menggandeng dosen lintas disiplin untuk memperkenalkan pemasaran digital kepada para pelaku UMKM.
“Tujuan kami agar pelaku usaha lokal tidak tertinggal di era digital. Produk lokal seperti bandeng presto punya potensi besar jika dikelola dengan pendekatan modern,” kata ketua tim, Ivo Colanus Rally Drajana, dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Pohuwato.
Ivo membawakan materi tentang dasar-dasar e-commerce dan strategi membangun toko daring. Ia juga mengenalkan penggunaan media sosial dan marketplace sebagai saluran distribusi utama produk UMKM.
Pelatihan kewirausahaan diberikan oleh Muhammad Nasrul, dosen Fakultas Pertanian dan Ilmu Perikanan. Ia mengupas cara membangun merek, mengenali segmen pasar, dan menyusun strategi promosi digital dengan anggaran minim.
Di hari kedua, pelatihan bersifat praktis. Nur Fitriyanti Bulotio, dosen di bidang perikanan, mengajarkan teknik pengolahan bandeng presto. Peserta diajak langsung mengolah ikan bandeng agar siap dijual dengan standar mutu yang lebih baik.
Kepala Desa Lomuli, Abdul Kadir Yunus, menyambut positif kegiatan ini. Ia menyebut pelatihan ini sebagai langkah awal menuju pengembangan ikon kuliner desa.
“Potensi bandeng di Lomuli sangat besar. Kami ingin bandeng presto bukan cuma jadi makanan khas, tapi produk unggulan yang dikenal sampai luar daerah,” ujarnya.
Mayoritas peserta pelatihan adalah ibu-ibu pengurus UKM Casamur. Sebagian mengaku baru pertama kali mengenal konsep pemasaran digital. Mereka tampak antusias mengikuti setiap sesi.
Program ini mendapat dukungan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Tim Universitas Pohuwato juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah desa dan warga Lomuli atas keterbukaan terhadap inovasi.
Program ini menandai bentuk kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam mendorong transformasi ekonomi desa. Dengan pendekatan digital, produk lokal seperti bandeng presto kini punya peluang menembus pasar regional, bahkan nasional.















