Hibata.id – Malam itu Banyuasin bergerak perlahan, Lampu-lampu jalan menyala bersamaan dengan turunnya kabut tipis yang biasa menyelimuti Kota Pangkalan Balai.
Namun, di balik suasana yang tampak tenang itu, tim Satuan Samapta Polres Banyuasin bersiap melakukan tugas yang tidak pernah benar-benar tidur, patroli terpadu Harkamtibmas.
Sejak sore, personel Samapta telah menerima arahan tegas dari pimpinan. Laporan situasi dari Sat Intelkam Polres Banyuasin menunjukkan adanya titik-titik rawan yang perlu mendapat perhatian.
Arahan Kapolda Sumatera Selatan yang tertuang dalam Surat Telegram mengenai Direktif Patroli Skala Besar menjadi dasar seluruh langkah malam itu.
Tepat pukul 20.00 WIB, rotator kendaraan mulai menyala. Suara mesin mengisi udara malam ketika tim bergerak menuju sejumlah titik yang dianggap vital—dari Taman Kota Pangkalan Balai hingga jalur strategis Jalan Lintas Timur Sumatera.
Di tengah suasana itu, Kasat Samapta menyampaikan gambaran jelas mengenai tujuan mereka
.
“Fokus kegiatan malam ini adalah pemantauan arus lalu lintas, pengamanan objek vital, antisipasi potensi unjuk rasa anarkis, serta patroli beat, hunting, dan presisi untuk mengantisipasi tindak kriminalitas, terutama pada jam-jam rawan,” ujarnya dalam laporan resmi.
Setiap lokasi yang disinggahi memiliki ceritanya. Di warung-warung pinggir jalan, sejumlah warga yang tengah menikmati kopi menerima kunjungan patroli dialogis.
Para personel mengajak berbincang ringan—mulai dari keamanan lingkungan, aktivitas harian warga, hingga sekadar memastikan semuanya berjalan normal.
Percakapan seperti itu sering kali menjadi jembatan penting. Kehadiran polisi tidak hanya dalam bentuk patroli bersenjata, tetapi juga sebagai telinga yang mau mendengarkan dan tangan yang siap membantu.
Warga pun menyampaikan hal-hal kecil yang kerap luput dari laporan tertulis, tetapi penting bagi pemetaan kamtibmas.
Malam semakin larut, tetapi rombongan polisi terus bergerak. Mereka memeriksa sudut-sudut sepi yang sering menjadi ruang munculnya kejahatan.
Dari sisi pengawasan hingga tindakan preventif, seluruh proses dijalankan untuk memastikan satu hal: Banyuasin tetap aman.
Dalam laporan lengkapnya, Kasat Samapta menegaskan tujuan besar operasi ini.
“Tujuan akhirnya adalah memelihara situasi yang aman, nyaman, dan tertib. Kami juga memantau aktivitas di tempat umum yang berpotensi sebagai titik kerumunan, sekaligus memberikan efek deterren terhadap kejahatan,” demikian isi laporannya.
Menjelang tengah malam, tim Samapta kembali ke markas. Lampu-lampu kota masih menyala, menandai malam yang tetap damai.
Patroli belum berhenti—ia akan kembali lagi esok hari, mengevaluasi, memperbaiki, dan terus menjaga.
Operasi terpadu ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya berkelanjutan untuk memastikan masyarakat Banyuasin bisa beraktivitas tanpa rasa cemas. Setiap putaran roda patroli adalah bagian dari komitmen itu.













