Scroll untuk baca berita
Kabar

Desainer Geram, Logo Gorontalo Half Marathon Dinilai Proyek Serampangan

×

Desainer Geram, Logo Gorontalo Half Marathon Dinilai Proyek Serampangan

Sebarkan artikel ini
Logo Gorontalo Half Marathon. Dok: Dispora/Hibata.id
Logo Gorontalo Half Marathon. Dok: Dispora/Hibata.id

Hibata.id – Polemik mengenai desain logo Gorontalo Half Marathon 2025 yang baru, masih terus menuai sorotan publik. Kali ini datang Komunitas desainer grafis lokal Gorontalo.

Gorontalo Desain Grafis (GODEFIS), menyampaikan kritik tajam terhadap kualitas visual dan ketidakjelasan identitas lokal dalam logo tersebut.

Scroll untuk baca berita

Zulfikar Ibrahim, perwakilan GODEFIS sekaligus pendiri studio kreatif Bewoxgraphic, menegaskan bahwa pernyataan ini merupakan hasil diskusi para desainer profesional Gorontalo, bukan opini personal.

“Kami menyampaikan ini sebagai suara kolektif komunitas. Logo ini belum merepresentasikan kekayaan budaya Gorontalo secara utuh,” kata Zulfikar dalam wawancara di Gorontalo, Minggu (27/7/2025).

Menurut GODEFIS, logo revisi yang menggantikan versi sebelumnya—yang sempat diduga menjiplak desain luar negeri—belum menunjukkan perubahan signifikan.

Simbol hiu paus dan huruf “G” yang digunakan dianggap terlalu generik dan minim konteks budaya.

Baca Juga:  Bianca Alessia Christabella, Putri Tomohon Pembawa Baki Bendera di Istana Merdeka

“Banyak daerah menggunakan huruf ‘G’. Gorontalo punya lebih dari itu—ada sejarah, seni, dan nilai adat yang bisa dieksplorasi,” ujarnya.

Secara visual, penyederhanaan bentuk hiu paus dalam logo dianggap menimbulkan kebingungan. Bentuk tubuh yang menyerupai ikan lele, ditambah arah ikan yang seolah mengejar pelari, dinilai kurang estetik dan malah mengganggu pesan visual.

“Sirip belakang dan totol-totol khas hiu paus dihilangkan. Ini mengaburkan identitas fauna khas Gorontalo yang selama ini jadi daya tarik wisata,” tambah Zulfikar.

GODEFIS juga menyinggung pentingnya transparansi dalam menjawab dugaan plagiat terhadap logo awal yang sempat beredar luas.

“Jika memang ada unsur penjiplakan, harus diakui dan diganti total. Logo ini bukan hanya simbol acara, tetapi juga wajah Gorontalo di mata nasional,” tegasnya.

Baca Juga:  Waspada!, Gorontalo Akan Makin Panas Akibat Kemarau

Komunitas berharap penyelenggara Gorontalo Half Marathon 2025 dan pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi yang melibatkan talenta desain lokal.

Upaya ini dinilai penting untuk menghasilkan identitas visual yang kuat, bermakna, dan mencerminkan jati diri Gorontalo.

GODEFIS menekankan bahwa kritik ini bersifat konstruktif dan bertujuan mendorong penyelenggaraan event lari tahunan tersebut menjadi ajang promosi budaya Gorontalo yang lebih otentik dan profesional.

“Logo bukan sekadar gambar. Ia mewakili narasi, semangat, dan kebanggaan sebuah daerah. Sudah saatnya Gorontalo tampil dengan identitas visual yang benar-benar miliknya,” pungkas Zulfikar.

Sebelumnya, Kepala Dispora Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Jumat (25/7/2025), menegaskan bahwa desain logo tersebut merepresentasikan hiu paus, bukan ikan lele seperti yang ramai disebutkan di media sosial.

Baca Juga:  Satu Alat Berat yang Diamankan KPH di PETI Hutan Balayo Hilang, Gakkum Pun Bungkam

“Kami menghargai masukan masyarakat, namun kami tegaskan bahwa itu adalah hiu paus, bukan ikan lele,” kata Danial.

Ia menjelaskan, hiu paus dipilih karena merupakan salah satu spesies laut yang menjadi ikon pariwisata Gorontalo.

Namun, Danial juga mengakui bahwa proses stilasi atau penyederhanaan bentuk dalam desain logo bisa memunculkan persepsi yang berbeda di mata publik.

“Jika ditambahkan bintik-bintik khas hiu paus, justru hasilnya kurang bagus secara visual,” jelasnya menanggapi kritik soal hilangnya ciri khas hewan tersebut dalam logo.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel