Hibata.id – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Jumat (9/1/2026) kembali memicu banjir di kawasan permukiman warga, Perumahan Meritai Anggrek Indah, Kecamatan Rambutan, Desa Sungai Pinang.
Air datang dengan cepat dan merendam puluhan rumah warga. Sejak Sabtu (10/1) hingga Minggu (11/1/2026). Akkibatnya aktivitas masyarakat terganggu akibat genangan yang belum sepenuhnya surut.
Warga menyebut banjir di kawasan tersebut hampir selalu terjadi setiap musim hujan. Kondisi ini membuat Perumahan Meritai Anggrek Indah menjadi salah satu titik rawan banjir di Kabupaten Banyuasin.
Genangan mulai terlihat di ruas jalan utama dan halaman rumah tak lama setelah hujan deras turun.
Salah seorang warga, Hj Doni, mengatakan banjir terjadi karena tidak adanya saluran pembuangan air yang berfungsi dengan baik.
“Kalau hujan sekitar dua jam saja, air sudah masuk ke permukiman,” ujar Hj Doni.

Ia menjelaskan, masalah banjir mulai muncul sejak saluran pembuangan air ditutup akibat pembangunan perumahan di sekitar lokasi.
“Dulu ada parit sebagai jalur pembuangan. Setelah perumahan sebelah dibangun, saluran itu ditutup. Akhirnya air tidak mengalir dan masuk ke rumah warga,” katanya.
Menurut warga, persoalan ini sudah pernah disampaikan kepada Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Banyuasin. Namun hingga kini, belum ada solusi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kondisi infrastruktur yang buruk tersebut telah berlangsung hampir dua tahun.
Saat banjir, ketinggian air di jalan utama bisa mencapai sekitar 80 sentimeter, sementara air yang masuk ke rumah warga berkisar 50 sentimeter.
Sedikitnya 50 kepala keluarga terdampak akibat banjir ini. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki sistem drainase agar kejadian serupa tidak terus berulang.












