Scroll untuk baca berita
Sumatera

Drainase Tidak Berfungsi, Banjir Rendam Permukiman Warga Banyuasin

Avatar of Hibata.id✅
×

Drainase Tidak Berfungsi, Banjir Rendam Permukiman Warga Banyuasin

Sebarkan artikel ini
Genangan air setinggi lutut merendam permukiman warga di Perumahan Meritai Anggrek Indah, Kabupaten Banyuasin, akibat hujan deras yang turun sejak Jumat (9/1/2026). Foto: Kevien/Hibata.id
Genangan air setinggi lutut merendam permukiman warga di Perumahan Meritai Anggrek Indah, Kabupaten Banyuasin, akibat hujan deras yang turun sejak Jumat (9/1/2026). Foto: Kevien/Hibata.id

Hibata.id – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Jumat (9/1/2026) kembali memicu banjir di kawasan permukiman warga, Perumahan Meritai Anggrek Indah, Kecamatan Rambutan, Desa Sungai Pinang.

Air datang dengan cepat dan merendam puluhan rumah warga. Sejak Sabtu (10/1) hingga Minggu (11/1/2026). Akkibatnya aktivitas masyarakat terganggu akibat genangan yang belum sepenuhnya surut.

Scroll untuk baca berita
IKLAN BUTENG

Warga menyebut banjir di kawasan tersebut hampir selalu terjadi setiap musim hujan. Kondisi ini membuat Perumahan Meritai Anggrek Indah menjadi salah satu titik rawan banjir di Kabupaten Banyuasin.

Baca Juga:  Koalisi Ormas di Sumsel Desak Pemda Tindak Tegas Aktivitas Diskotik DA Club 41

Genangan mulai terlihat di ruas jalan utama dan halaman rumah tak lama setelah hujan deras turun.

Salah seorang warga, Hj Doni, mengatakan banjir terjadi karena tidak adanya saluran pembuangan air yang berfungsi dengan baik.

“Kalau hujan sekitar dua jam saja, air sudah masuk ke permukiman,” ujar Hj Doni.

Kondisi banjir merendam rumah dan akses jalan di Perumahan Meritai Anggrek Indah, Kecamatan Rambutan, Banyuasin, setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut/Foto: Kevien-Hibata.id
Kondisi banjir merendam rumah dan akses jalan di Perumahan Meritai Anggrek Indah, Kecamatan Rambutan, Banyuasin, setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut/Foto: Kevien-Hibata.id

Ia menjelaskan, masalah banjir mulai muncul sejak saluran pembuangan air ditutup akibat pembangunan perumahan di sekitar lokasi.

Baca Juga:  Polres Banyuasin Rilis Capaian Kinerja dan Inovasi Sepanjang 2025

“Dulu ada parit sebagai jalur pembuangan. Setelah perumahan sebelah dibangun, saluran itu ditutup. Akhirnya air tidak mengalir dan masuk ke rumah warga,” katanya.

Menurut warga, persoalan ini sudah pernah disampaikan kepada Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Banyuasin. Namun hingga kini, belum ada solusi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kondisi infrastruktur yang buruk tersebut telah berlangsung hampir dua tahun.

Baca Juga:  Sekda Banyuasin Erwin Ibrahim Dorong PJS Aktif Kawal Informasi Publik

Saat banjir, ketinggian air di jalan utama bisa mencapai sekitar 80 sentimeter, sementara air yang masuk ke rumah warga berkisar 50 sentimeter.

Sedikitnya 50 kepala keluarga terdampak akibat banjir ini. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki sistem drainase agar kejadian serupa tidak terus berulang.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel