Hibata.id – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, lagi-lagi bikin heboh. Kali ini, ia meluapkan kekecewaannya ke Bank SulutGo (BSG).
Musabab, waktu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Manado, tidak ada satu pun orang Gorontalo yang masuk jajaran komisaris.
Kekesalan Adhan makin memuncak setelah Pemkot Gorontalo dilaporkan ke Kemendagri dan KPK soal pemindahan rekening kas umum daerah (RKUD) ke Bank Tabungan Negara (BTN).
Langkah itu disebut-sebut melanggar aturan, padahal menurut Adhan, semua sudah sesuai mekanisme.
Tak mau tinggal diam, Pemkot Gorontalo langsung tancap gas.
Adhan berencana menarik aset berupa lahan yang selama ini dipakai BSG buat kantor cabang di Gorontalo.
Lahan itu nantinya bakal dialihkan untuk pembangunan kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) yang baru dibentuk.
Bukan cuma itu, Adhan juga terang-terangan menyebut akan menarik penyertaan modal Pemkot di BSG senilai Rp35 miliar.
“Kami akan tarik penyertaan modal yang ada di BSG, sekitar Rp 35 miliar,” tegas Adhan saat rapat koordinasi pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan di Bandhayo Lo Yiladia, Selasa malam (23/9/2025).
Ia bahkan langsung memerintahkan Kepala Badan Keuangan, Nuryanto, untuk segera menyurati BSG soal rencana penarikan modal tersebut.
Nantinya, dana itu akan dipakai untuk pembangunan kantor wali kota baru di kawasan Andalas.
“Membangun kantor wali kota di Andalas sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) saya,” kata Adhan.
Menanggapi sindiran lawan politiknya di Pilkada 2024 yang mempertanyakan sumber dana pembangunan, Adhan hanya santai menjawab:
“Saya bilang, pasti ada caranya meski anggaran defisit. Ini mungkin salah satu caranya,” ujarnya.












