Hibata.id – Puluhan sopir truk yang tergabung dalam Persatuan Sopir Truk Buton Tengah menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, Senin (9/2/2026).
Mereka meminta pemerintah daerah memastikan sopir lokal mendapatkan kesempatan kerja dalam proyek pembangunan yang dikelola Balai Provinsi di wilayah tersebut.
Para sopir menuntut agar pelaksana proyek melibatkan tenaga lokal, terutama dalam pekerjaan pengangkutan material pembangunan.
Mereka menilai selama ini kesempatan kerja lebih banyak diberikan kepada pihak luar daerah, sementara sopir truk lokal tidak memperoleh peran yang layak.
Koordinator aksi, Salim, mengatakan demonstrasi tersebut bertujuan mendorong pemerataan manfaat pembangunan agar masyarakat setempat ikut merasakan dampak ekonomi dari proyek pemerintah.
“Kami mendukung pembangunan. Namun kami juga meminta agar sopir truk lokal diberdayakan karena proyek ini berada di daerah kami,” kata Salim saat menyampaikan orasi di lokasi aksi.
Ia menambahkan, keterlibatan sopir lokal dapat membuka peluang pendapatan masyarakat serta mengurangi ketimpangan kesempatan kerja di daerah.
Selain itu, massa aksi meminta pihak pelaksana proyek dan pemenang pekerjaan membuka ruang kerja sama dengan sopir truk lokal, sehingga proses distribusi material tidak sepenuhnya dikuasai pihak dari luar Buton Tengah.
Menanggapi aspirasi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Tengah menemui peserta aksi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buton Tengah Muhammad Said menyatakan pemerintah daerah siap menindaklanjuti tuntutan tersebut melalui koordinasi dengan pihak terkait.
“Pemda Buton Tengah siap memfasilitasi dialog antara sopir truk lokal, Balai Provinsi, dan pihak pelaksana pekerjaan, sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku,” kata Muhammad Said.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah akan mendorong pertemuan lanjutan untuk membahas skema kerja sama yang dapat memberi ruang keterlibatan sopir lokal secara berkelanjutan.
Aksi unjuk rasa berlangsung tertib dan kondusif. Meski sempat menyebabkan perlambatan arus lalu lintas di sekitar Kantor Bupati, situasi tetap terkendali dengan pengamanan aparat kepolisian serta koordinasi panitia aksi.













