Scroll untuk baca berita
Internasional

Giliran Istri Ayatollah Ali Khamenei Tewas Usai Terluka dalam Serangan AS–Israel

×

Giliran Istri Ayatollah Ali Khamenei Tewas Usai Terluka dalam Serangan AS–Israel

Sebarkan artikel ini
Ayatollah Ali Khamenei tewas/Hibata.id
Ayatollah Ali Khamenei tewas/Hibata.id

Hibata.id – Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, istri Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, meninggal dunia pada Senin (2/3) waktu setempat setelah mengalami luka serius akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran.

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa Mansoureh sempat menjalani perawatan intensif selama dua hari sejak serangan yang terjadi pada 28 Februari 2026. Sejumlah sumber internasional turut mengonfirmasi kabar duka tersebut.

Serangan udara tersebut menargetkan sejumlah fasilitas strategis di Teheran, termasuk kompleks kepemimpinan negara. Otoritas Iran menyatakan bahwa Ayatollah Ali Khamenei juga wafat dalam serangan itu bersama beberapa anggota keluarganya.

Kronologi Serangan

Serangan gabungan AS–Israel dilancarkan pada akhir Februari dan menyasar titik-titik yang disebut memiliki nilai strategis tinggi. Pemerintah Iran menyebut kompleks kepemimpinan menjadi salah satu lokasi terdampak paling parah.

Baca Juga:  Ribuan Warga Malaysia Demo di Dataran Merdeka, Desak Anwar Ibrahim Mundur

Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh dilaporkan mengalami luka berat saat serangan berlangsung. Tim medis memberikan perawatan intensif, namun kondisinya terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada 2 Maret 2026.

Hingga kini, pihak Amerika Serikat dan Israel belum merilis pernyataan rinci terkait laporan korban dari kalangan keluarga pemimpin Iran.

Profil Singkat Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh

Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh lahir pada 1947 dan dikenal sebagai sosok yang mendampingi Ayatollah Ali Khamenei sejak sebelum Revolusi Islam Iran 1979. Selama lebih dari tiga dekade kepemimpinan Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989, Mansoureh jarang tampil di ruang publik dan tidak aktif dalam politik praktis.

Baca Juga:  Serangan AS dan Israel di Minab Iran, 40 Anak Tewas di Sekolah Putri

Ia dikenal menjaga kehidupan keluarga di tengah dinamika politik Iran yang kompleks.

Dampak terhadap Ketegangan Regional

Peristiwa ini terjadi di tengah eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Setelah serangan udara tersebut, Iran melaporkan telah meluncurkan sejumlah rudal dan drone ke target di Israel serta fasilitas militer AS di kawasan Teluk.

Sejumlah negara menyerukan penahanan diri dan penyelesaian melalui jalur diplomatik. Organisasi internasional juga menyampaikan kekhawatiran atas potensi meluasnya konflik yang dapat memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah dan pasar energi global.

Analis hubungan internasional menilai wafatnya figur keluarga inti pemimpin Iran memperbesar dampak psikologis dan politik dalam dinamika konflik saat ini. Situasi tersebut dinilai dapat memengaruhi arah kebijakan luar negeri Iran dalam waktu dekat.

Baca Juga:  Produk Amerika Serikat Tak Perlu Label Halal Saat Masuk RI, Kok Bisa?

Perkembangan Terkini

Hingga Selasa (3/3), otoritas Iran meningkatkan pengamanan di sejumlah wilayah strategis. Pemerintah juga mengumumkan masa berkabung nasional.

Komunitas internasional terus memantau perkembangan situasi, sementara Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dijadwalkan menggelar pertemuan darurat guna membahas eskalasi terbaru di kawasan tersebut.

Perkembangan lebih lanjut mengenai dampak politik dan keamanan dari peristiwa ini masih menunggu pernyataan resmi dari para pihak terkait.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel