Scroll untuk baca berita
Bone Bolango

Ismet Mile Ungkap Dugaan Manuver Pemakzulan: “Saya Tidak Akan Mundur”

×

Ismet Mile Ungkap Dugaan Manuver Pemakzulan: “Saya Tidak Akan Mundur”

Sebarkan artikel ini
Bupati Bone Bolango, Ismet Mile/Hibata.id
Bupati Bone Bolango, Ismet Mile/Hibata.id

Hibata.id – Drama politik di Bone Bolango tampaknya makin panas. Bupati Bone Bolango Ismet Mile akhirnya buka suara dan membongkar dugaan adanya “agenda politik jahat”.

Agenda ini yang menurutnya sengaja dimainkan untuk menggoyahkan pemerintahannya, bahkan berujung pada upaya pemakzulan.

Dalam pernyataan yang ia sampaikan di depan wartawan, Ismet tidak lagi berbicara dalam bahasa diplomatis. Ia memilih bicara apa adanya.

“Saya melihat ada agenda-agenda politik jahat yang mulai bermain. Ini bukan lagi soal kritik membangun, tapi sudah masuk ranah upaya pemakzulan,” kata Ismet, Jumat (24/10/2025).

Pernyataan itu bukan sekadar keluhan. Ini semacam alarm politik—peringatan yang menegaskan bahwa ada pihak yang sedang mengatur langkah secara sistematis untuk menjatuhkannya sebelum masa jabatannya berakhir.

Seruan ke ASN: Jangan Terprovokasi

Ismet Mile juga mengirim pesan keras kepada jajaran birokrasi. Menurutnya, ada upaya menarik Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat pemerintah daerah agar terlibat dalam manuver politik tertentu.

Baca Juga:  Bupati dan Wabup Bone Bolango Jalani Adat Mopotilolo di Dua Kecamatan
Bupati Bone Bolango, Ismet Mile saat memberikan keterangan Pers/Hibata.id
Bupati Bone Bolango, Ismet Mile saat memberikan keterangan Pers/Hibata.id

“Saya tegaskan, seluruh pejabat dan ASN harus fokus pada kerja. Jangan coba-coba ikut dalam pusaran agenda politik jahat yang berusaha memecah belah dan mengganggu stabilitas pemerintahan daerah. Loyalitas kalian adalah pada negara, pada visi pembangunan Bone Bolango, bukan pada kelompok politik tertentu,” ujarnya.

Bahasa Ismet kali ini berbeda dari biasanya. Ia sedang bicara soal loyalitas dan konsistensi, dua hal yang menjadi fondasi stabilitas pemerintahan. Ia ingin memastikan para ASN tidak dijadikan alat politik oleh kelompok mana pun.

Di Bone Bolango, gejalanya mulai terasa. Rumor manuver politik beredar. Ada yang memainkan isu anggaran, ada yang menggiring wacana ketidakpuasan birokrasi, dan kini—menurut Ismet—bahkan sudah mengarah ke isu pemakzulan.

Baca Juga:  BI Bidik Ekosistem Ekonomi Digital di Bone Bolango Lewat QRIS Jelajah Budaya 2025

Ini bukan sekadar dinamika politik biasa. Jika benar ada skenario pemakzulan, berarti ada pihak yang sengaja menciptakan ketegangan politik dan membuka konflik internal pemerintahan daerah.

Dalam pernyataannya, Ismet juga menyampaikan sikapnya. Ia menegaskan tidak akan mundur hanya karena tekanan politik yang tidak sehat.

“Saya tidak akan mundur hanya karena tekanan politik. Kepentingan rakyat Bone Bolango jauh lebih penting dibanding ambisi segelintir orang,” ujarnya.

Kalimat itu jelas: Ismet memilih melawan. Ia membuka babak baru politik Bone Bolango menjadi pertarungan wacana dan legitimasi—siapa yang benar-benar berpihak pada rakyat, dan siapa yang hanya bermain kuasa.

Jika konflik politik ini dibiarkan, publik tahu siapa yang paling dirugikan, yaitu masyarakat. Ketika birokrasi ditarik masuk ke urusan politik praktis, ujung-ujungnya pelayanan publik yang lumpuh.

Baca Juga:  Pjs Bupati Bone Bolango Dorong Pengembangan Perpustakaan

Ismet sadar betul risiko ini. Karena itu ia memberi sinyal kepada semua pihak. Bone Bolango boleh berkompetisi, tapi jangan sampai pembangunan dan pelayanan publik dikorbankan.

Drama ini masih panjang. Saat ini publik menunggu siapa yang akan muncul sebagai pihak yang disebut Ismet terlibat dalam “agenda politik jahat” itu.

Hingga kini, belum ada satu pun kelompok atau figur politik yang secara resmi merespons pernyataan tegas Bupati Bone Bolango tersebut.

Yang jelas, panggung politik Bone Bolango mulai terbuka. Dan pernyataan Ismet Mile hari ini bisa jadi bukan yang terakhir.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel