Hibata.id – Ratusan warga Kecamatan Duhiadaa dan Patilanggio, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, mengeluhkan kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram dan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).
Keluhan tersebut disampaikan saat kegiatan reses Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pohuwato, Nirwan Due, yang berlangsung di Desa Buntulia Jaya, Kecamatan Duhiadaa, Senin malam (9/2/2026).
Dalam pertemuan itu, warga menyebut distribusi gas elpiji 3 kilogram dinilai tidak merata. Masyarakat mengaku sering kesulitan membeli gas, terutama menjelang bulan Ramadhan.
Selain itu, warga juga menyampaikan persoalan terbatasnya ketersediaan BBM yang berdampak pada aktivitas harian masyarakat, termasuk kebutuhan transportasi dan usaha kecil.
Reses tersebut turut dihadiri Camat Duhiadaa serta perwakilan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi (Perindakop), Dinas Pertanian, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Pohuwato.
Menanggapi keluhan warga, Nirwan Due mengatakan DPRD Kabupaten Pohuwato akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut melalui rapat kerja bersama OPD terkait.
“Persoalan yang tidak berkonsekuensi pada anggaran akan kami tindaklanjuti secepatnya melalui rapat kerja dengan OPD terkait,” kata Nirwan.
Ia menyebut persoalan distribusi gas elpiji subsidi berkaitan dengan kebijakan lintas kewenangan, termasuk pihak Pertamina. Karena itu, DPRD akan melanjutkan koordinasi hingga ke tingkat provinsi.
Nirwan juga memastikan DPRD akan mengawal penanganan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram menjelang Ramadhan, termasuk melakukan inspeksi mendadak ke pangkalan yang dikeluhkan warga.
Selain itu, DPRD Kabupaten Pohuwato akan kembali berkoordinasi dengan pemerintah provinsi terkait kemungkinan penambahan kuota gas elpiji subsidi.













