“Kami sudah melakukan pertemuan. Aliran air terganggu karena ada pekerjaan lain di bagian bawah. Meski begitu, ekskavator sudah mulai membuka jalur agar air bisa mengalir, meski pelan. Saat ini di bagian bawah juga sedang dilakukan pemasangan bata,” jelasnya.
Riskal juga membantah anggapan bahwa kontraktor sengaja menunda pekerjaan.
“Kontrak dimulai 26 Juni 2025, tetapi setelah itu ada tahap persiapan dan sosialisasi sekitar satu bulan. Baru setelah itu pekerjaan berjalan. Kami juga tidak menagih uang muka karena menggunakan modal sendiri. Jadi kendalanya bukan di kami, melainkan pada sebagian warga,” ujarnya.
Ia menegaskan siap apabila pekerjaan tersebut diaudit.















