“Silakan diaudit, kami punya semua data dan laporan,” tegas Riskal.
Keluhan Warga
Sebelumnya, Sun Kono, warga Desa Teratai, mengeluhkan proyek drainase yang disebut menyebabkan aliran air tersumbat hingga masuk ke rumahnya. Ia juga menilai pihak kontraktor jarang hadir di lapangan.
“Kami berharap kontraktor bisa turun langsung untuk membuka jalan air agar genangan cepat teratasi,” kata Sun Kono.
Proyek drainase di Desa Teratai, Kecamatan Marisa, dikerjakan oleh CV Graha Abadi Mulia dengan nilai kontrak Rp2,4 miliar. Proyek tersebut ditujukan untuk memperbaiki sistem pengairan sekaligus mengurangi risiko banjir di kawasan permukiman warga.
Pihak kontraktor berjanji akan menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal dan tetap membuka ruang komunikasi dengan masyarakat agar proyek drainase dapat berjalan tanpa hambatan.












