HeadlineKabar

ASN Pohuwato Pakai Gas Elpiji 3 Kg, Alasannya Bikin Kaget

×

ASN Pohuwato Pakai Gas Elpiji 3 Kg, Alasannya Bikin Kaget

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi - ASN di Pohuwato Ikut Pakai Elpiji 3 Kg/Hibata.id
Ilustrasi - ASN di Pohuwato Ikut Pakai Elpiji 3 Kg/Hibata.id

Hibata.id – Fakta mengejutkan terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara DPRD Pohuwato, PMII Cabang Pohuwato, PT Rismita Jaya Gas, dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindagkop).

Kepala Dinas Perindagkop Pohuwato, Ibrahim Kiraman, terang-terangan bilang kalau gas elpiji 3 kilogram bersubsidi ternyata bukan cuma dipakai masyarakat kecil, tapi juga Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ibrahim cerita, ia pernah mengimbau ASN supaya nggak lagi pakai gas melon subsidi. Eh, bukannya patuh, imbauan itu malah bikin banyak pegawai langsung nge-WA dirinya.

Baca Juga:  Dari Pesisir Gorontalo, Immigration Hub Hidupkan UMKM dan Harapan Warga Binaan

“Bukan cuma masyarakat, tetapi juga ASN yang menggunakannya. Kenapa? Karena ketika saya bilang ASN tidak boleh menggunakan gas elpiji 3, satu hari itu hampir semua pegawai di Pohuwato ini WhatsApp saya,” kata Ibrahim.

Baca Juga:  PGP Batasi Warga Menambang, Soni Samoe: Harga Diri Kami Dilecehkan di Daerah Sendiri
Rapat dengar pendapat (RDP) antara DPRD Pohuwato, PMII Cabang Pohuwato dan Perindagkop/Hibata.id
Rapat dengar pendapat (RDP) antara DPRD Pohuwato, PMII Cabang Pohuwato dan Perindagkop/Hibata.id

Mereka bilang, ‘Bo ti Pak Kadis tidak tahu, sedangkan TPP belum cair, apalagi so melarang. Torang ini miskin,’

“Sampai begitu kalimat yang disampaikan ke saya,” ungkap Ibrahim saat rapat berlangsung, Senin (22/9/2025).

Pengakuan Ibrahim itu memperlihatkan realita: banyak ASN di Pohuwato masih bergantung pada elpiji 3 kg subsidi.

Salah satu alasannya, tunjangan tambahan penghasilan pegawai (TPP) belum cair, jadi mereka merasa terjepit soal biaya hidup.

Baca Juga:  Aktivis Gorontalo Minta KPK Supervisi Tender Rp14 Miliar Jasa Keamanan UNG

Situasi ini sekaligus jadi catatan penting buat pemerintah daerah dan pusat: bagaimana kebijakan subsidi elpiji bisa tepat sasaran tanpa menambah beban masyarakat—termasuk ASN yang juga mengaku “terhimpit”.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel