Hibata.id – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto, mendesak PT Pertamina segera mencopot pimpinan regional Sulawesi Wilayah Gorontalo.
Desakan ini muncul setelah kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) terus terjadi meski Pertamina sebelumnya menyatakan stok aman.
Mikson menegaskan, kondisi di lapangan sangat berbeda dengan klaim Pertamina. Ia menyebut antrean panjang kendaraan masih terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan banyak penjual eceran yang tidak beroperasi.
“Realitanya, sampai hari ini masyarakat masih kesulitan mendapatkan BBM. Antrean panjang terjadi di banyak SPBU, bahkan penjual eceran tidak bisa berjualan,” kata Mikson di Gorontalo, Selasa (30/9/2025).
Menurutnya, kelangkaan BBM tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi daerah.

“Banyak masyarakat Gorontalo menggantungkan hidupnya pada ketersediaan BBM, seperti nelayan, pengemudi ojek online, hingga pelaku usaha kecil. Kalau stok langka, maka ekonomi lokal jelas terganggu,” ujarnya.
Mikson mengungkapkan, informasi awal yang diterimanya menyebutkan penyebab kelangkaan diduga berasal dari pembatasan distribusi maupun praktik nakal di SPBU.
Namun setelah dilakukan pengecekan, masalah utama justru berada pada Pertamina yang tidak menyalurkan BBM sesuai kebutuhan.
“Setelah ditelusuri, ternyata bukan SPBU yang bermasalah, melainkan Pertamina sendiri yang tidak menyalurkan BBM sebagaimana mestinya. Inilah yang membuat masyarakat kesulitan,” tegasnya.
Sebelumnya, Pertamina telah menggelar pertemuan dengan Gubernur Gorontalo dan menyampaikan bahwa stok BBM di provinsi tersebut dalam kondisi aman.
Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan adanya ketidakcocokan antara pernyataan dan fakta distribusi BBM.













