Hibata.id – Isu mundurnya salah satu pejabat di lingkungan Universitas Pohuwato (UNIPO) rupanya bukan sekadar kabar angin. Redaksi Hibata.id menerima salinan surat pengunduran diri yang ditandatangani langsung oleh salah satu pejabat kampus tersebut.
Dalam surat sederhana namun sarat makna itu, tertulis kalimat yang mampu mengubah arah satu fakultas. “Saya berniat mengajukan pengunduran diri dari jabatan Dekan Fakultas Pertanian dan Ilmu Perikanan, terhitung mulai 22 Oktober 2025.”
Nama yang tertera di bawah tanda tangan bukan nama asing: Muh. Arsyad, sosok yang selama ini membangun fondasi Fakultas Pertanian dan Ilmu Perikanan UNIPO dengan komitmen tinggi. Namun kali ini, ia sendiri menulis akhir dari masa kepemimpinannya.
Surat tersebut bukan sekadar formalitas birokratis. Isinya mencerminkan keikhlasan dan rasa terima kasih yang ditulis dengan nada halus namun tegas. “Saya mundur dengan ikhlas… semoga kampus bisa lebih maju ke depan,” tulisnya dalam surat tersebut.
Namun dalam suratnya itu, ia mengungkapkan bahwa langkah mundurnya itu dilakukan “atas permintaan yayasan dan pimpinan.” Pengakuan ini menimbulkan tanya besar, dan publik menduga ini berkaitan dengan pimpinan kampus yang anti kritik.
Meski begitu, ia menyampaikan apresiasi kepada Yayasan PIPT Ichsan Gorontalo dan seluruh kolega yang telah menjadi bagian dari perjalanannya. “Terima kasih sudah memberikan ruang untuk belajar menjadi pemimpin,” tulisnya.
Sebuah surat pengunduran diri yang, di satu sisi, menutup bab kepemimpinan Muh. Arsyad, namun di sisi lain membuka babak pertanyaan baru di tubuh Universitas Pohuwato.
Hibata.id telah menghubungi Rektor UNIPO untuk meminta klarifikasi atas mundurnya Muh. Arsyad dari Fakultas Pertanian dan Ilmu Perikanan. Namun, hingga berita ini diterbitkan, Rektor tak memberikan tanggapan apa-apa.















