Hibata.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) kembali menjadi perhatian banyak orang.
Di balik tampilan gedung yang megah, warga menilai fasilitas dan sarana pendukung layanan kesehatan belum memadai.
Sorotan terhadap RSUD Bolmut tidak hanya menyangkut ketersediaan alat kesehatan, tetapi juga menyentuh aspek dasar pelayanan yang seharusnya menjadi prioritas dalam operasional rumah sakit.
Seorang warga, Reba Pontoh, mengungkapkan bahwa kondisi di lapangan belum sejalan dengan citra bangunan yang terlihat modern dan representatif.
“Gedungnya bagus, terlihat seperti rumah sakit besar. Tapi ketika dibutuhkan, ternyata banyak alat yang belum tersedia, sehingga pasien harus dirujuk ke luar daerah,” ujar Reba Pontoh kepada awak media ini, Minggu (5/4/2026).
Kondisi tersebut, menurut dia, menunjukkan adanya ketimpangan antara pembangunan fisik dan kesiapan layanan medis. Pasien yang seharusnya bisa ditangani di daerah justru harus dirujuk, yang berpotensi menambah beban biaya dan risiko keterlambatan penanganan.
Pengalaman Reba selama berada di RSUD Bolmut juga memperlihatkan sejumlah persoalan lain yang dinilai mendasar. Ia menyoroti minimnya penerangan di area rumah sakit pada malam hari.
“Banyak gang-gang yang gelap. Bahkan halaman RSUD sangat gelap pada malam hari,” tuturnya.
Kondisi ini dinilai tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat berdampak pada aspek keamanan bagi pasien maupun keluarga yang berada di lingkungan rumah sakit.
Selain itu, kualitas air di RSUD Bolmut juga menjadi perhatian.
“Airnya tidak jernih,” bebernya.
Persoalan air bersih merupakan bagian penting dari standar pelayanan kesehatan. Ketidaklayakan air berpotensi memengaruhi kebersihan lingkungan hingga kualitas perawatan pasien.
Reba berharap pihak terkait tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga segera membenahi fasilitas penunjang yang langsung dirasakan masyarakat.
“Saya kira berbagai kekurangan yang ada di RSUD perlu segera di seriusi,” pintanya.
Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, ia tetap memberikan apresiasi kepada tenaga medis yang dinilai tetap bekerja secara profesional.
Dokter dan perawat di RSUD Bolmut disebut tetap melayani pasien dengan ramah dan maksimal, meski harus menghadapi kondisi fasilitas yang belum sepenuhnya memadai.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Direktur RSUD Bolmut, drg. Firlia Mokoagow, belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan WhatsApp.
Sorotan terhadap RSUD Bolmut menjadi pengingat bahwa kualitas layanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kemegahan bangunan, tetapi juga oleh kelengkapan fasilitas, keamanan lingkungan, dan kesiapan sistem pelayanan secara menyeluruh.













