Kabar

Gratis Tak Selalu Nikmat, Buktinya Ratusan Anak di Bangkep Keracunan MBG

×

Gratis Tak Selalu Nikmat, Buktinya Ratusan Anak di Bangkep Keracunan MBG

Sebarkan artikel ini
Ratusan Siswa Keracunan MBG, Bukti Gagalnya Pemerintah Menjamin Keamanan Anak Didik/Hibata.id
Ratusan Siswa Keracunan MBG, Bukti Gagalnya Pemerintah Menjamin Keamanan Anak Didik/Hibata.id

Hibata.id – Jagat maya lagi rame banget, gara-gara kabar ratusan siswa di Kota Salakan, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah, diduga keracunan massal usai makan program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (17/9/2025).

Informasinya langsung heboh, ratusan anak ini terpaksa harus dilarikan ke RSUD Trikora Salakan.

Saking banyaknya pasien, tenaga medis di rumah sakit sampai kewalahan nangani situasi darurat tersebut.

Gejala yang muncul juga macam-macam, ada yang gatal-gatal, muntah hebat, sampai pingsan karena tubuh drop.

Orang tua pun panik dan langsung ngerasa was-was soal kualitas makanan gratis yang selama ini dibagiin lewat program MBG.

Di medsos, netizen juga nggak ketinggalan nyuarain keresahan. Ada yang bilang nasi yang dibagiin basi, ikannya bikin gatal dan alergi. Berdasarkan data, korban pertama datang dari SDN Inpres Tompudau.

Baca Juga:  Viral Chat Mesra Diduga Legislator Gorontalo, BK DPRD Akan Panggil ZN Usai Lebaran

Setelah itu, nyusul gelombang siswa lain dari beberapa sekolah kayak SMPN 1 Tinangkung, SMAN 1 Tinangkung, dan SMKN 1 Tinangkung.

Total ada 157 siswa jadi korban, dengan 77 anak masih dirawat serius dan 80 udah dipulangkan buat rawat jalan.

Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau langsung para siswa di RSUD Trikora.

Kolase Foto: Sebanyak 157 siswa di Kota Salakan, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, mengalami keracunan massal/Hibata.id
Kolase Foto: Sebanyak 157 siswa di Kota Salakan, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, mengalami keracunan massal/Hibata.id

Hadir pula Ketua DPRD Banggai Kepulauan Arkam Supu, Pj. Sekretaris Daerah Suripto Nurdin, Kapolres Banggai Kepulauan AKBP Ronaldus Karurukan, serta Pj. Kepala Dinas Kesehatan dr. Andi Gunawan.

Baca Juga:  Dinilai Tak Mampu Tuntaskan Kasus Penganiayaan Aktivis, Kasat Reskrim Polres Gorontalo Diminta Dicopot

Bupati Rusli menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut dan memastikan seluruh korban mendapat perawatan terbaik.

“Pemerintah Daerah akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya dilansir banggaikep.go.id.

Laporan awal menyebutkan dugaan keracunan berasal dari lauk ikan cakalang yang tidak layak konsumsi.

Kepolisian Resor Banggai Kepulauan telah mengambil sampel makanan untuk diteliti di Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sulawesi Tengah di Kota Palu.

Polisi juga melakukan penyidikan awal guna memastikan apakah keracunan disebabkan kontaminasi mikroba atau bahan kimia berbahaya.

Penanggung jawab program MBG yang dikelola VIC MBG, Zulkifli Lamiju, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Baca Juga:  Lagu TikTok Viral Pekan Ini, Sound Trending yang Bikin Konten Auto FYP

“Kejadian ini benar-benar di luar kemampuan kami sebagai pengelola dan penanggung jawab. Kami sangat menyesal dan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak, terutama para siswa dan orang tua. Saat ini, saya bersama Ketua SPPG masih di Palu dan malam ini langsung kembali ke Salakan untuk menangani situasi,” ujar Zulkifli.

Program makanan bergizi gratis (MBG) merupakan program pemerintah pusat yang dilaksanakan di seluruh Indonesia, termasuk di Banggai Kepulauan, untuk mendukung kesehatan siswa.

Namun, peristiwa keracunan massal ini memicu sorotan publik dan evaluasi serius agar distribusi makanan tetap aman dan layak konsumsi.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel