Hibata.id – Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, telah mencapai progres 76,10 persen dan terus berjalan sesuai tahapan yang direncanakan.
Komandan Distrik Militer (Dandim) 1315/Kabupaten Gorontalo, Letkol Arh Roma Laksana Yudha, meninjau langsung lokasi pembangunan guna memastikan pelaksanaan program berjalan tepat sasaran dan sesuai jadwal.
Peninjauan tersebut merupakan bagian dari pengawasan percepatan program strategis nasional, khususnya pada sektor infrastruktur desa yang menjadi prioritas awal pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih.
Letkol Roma Laksana Yudha menjelaskan bahwa kehadiran TNI di lapangan bertujuan memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana teknis serta memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
“Program ini menunjukkan peran nyata negara dalam mendorong kemandirian ekonomi desa. Karena itu, progres pembangunan harus terus dikawal agar selesai tepat waktu dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Dandim.

Program Gerai Koperasi Merah Putih merupakan inisiatif nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pembangunan terintegrasi di wilayah perdesaan.
Berdasarkan laporan pelaksana di lapangan, pembangunan infrastruktur utama saat ini telah memasuki tahap lanjutan dan ditargetkan rampung sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Selain peninjauan fisik, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan video conference dari lokasi pembangunan bersama Wakil Panglima TNI. Pertemuan itu membahas pemaparan perkembangan pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di sejumlah daerah di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, TNI menegaskan komitmennya dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat, khususnya percepatan pembangunan desa sebagai fondasi penguatan ekonomi masyarakat dan peningkatan kesejahteraan warga.
Pemerintah daerah bersama unsur TNI dan masyarakat diharapkan terus menjaga sinergi agar pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Desa Yosonegoro dapat segera dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan ekonomi desa.













