Hibata.id – Koordinator Wilayah Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Pohuwato, Erik Sigit Bangga, memastikan anggaran program MBG tetap Rp15.000 per porsi selama Ramadhan.
Perubahan hanya terjadi pada jenis menu yang disesuaikan untuk kebutuhan berbuka puasa siswa.
Erik menjelaskan pembagian anggaran telah ditetapkan sesuai petunjuk teknis dari pusat.
“Untuk pembelian bahan baku itu di angka Rp8.000 dan Rp10.000. Yang Rp3.000 untuk biaya operasional seperti listrik, Wi-Fi, dan gaji relawan. Kemudian Rp2.000 untuk insentif dan fasilitas dapur. Jadi total Rp15.000 per porsi itu sudah dibagi-bagi,” jelasnya.
Ia menerangkan, untuk siswa PAUD hingga kelas 3 SD, anggaran bahan baku sebesar Rp8.000 per porsi. Sementara siswa kelas 4 SD hingga SMA mendapatkan alokasi Rp10.000 per porsi.
Menurut Erik, pelaksanaan MBG di Pohuwato melibatkan ahli gizi, kepala SPPG, dan akuntan agar menu yang diberikan tetap memenuhi standar kebutuhan anak.
“Kebutuhan yang kita penuhi itu 30 persen dari Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian atau setara satu kali makan. Karena dalam sehari anak makan tiga kali, jadi yang kita tanggung hanya satu kali makan saja,” ujarnya.
Selama Ramadhan, menu memang dibuat berbeda dibanding hari biasa. Jika sebelumnya siswa menerima makanan lengkap seperti nasi, sayur, dan lauk, kini paket dibentuk seperti takjil.
“Untuk Ramadhan kita buat seperti menu takjil, ada kurma, telur rebus, roti, buah. Itu sudah dihitung ahli gizi, karbohidrat dari roti, protein dari telur, dan gula alami dari kurma,” terangnya.
Saat ditanya apakah terdapat perbedaan anggaran sebelum dan selama Ramadhan, Erik menegaskan tidak ada perubahan.
“Sama saja,” katanya singkat.
Sebelumnya, sebuah video memperlihatkan isi paket MBG yang dibagikan kepada siswa di wilayah Patilanggio, Kabupaten Pohuwato.
Dalam video itu, Kepala Desa Suka Makmur, Badrun Iyone, menunjukkan satu bungkus roti, tiga butir kurma, satu butir telur rebus, dan satu buah pisang matang.
Video tersebut memunculkan beragam tanggapan warganet. Salah satunya datang dari Jufrin Albahri yang menulis, “Maa sambe BungGili (MBG) Makanan Bosadiki Guys (MBG),” sebagai bentuk sindiran terhadap isi paket.
Pemerintah daerah memastikan program MBG tetap berjalan sesuai petunjuk teknis, termasuk penyesuaian menu selama Ramadhan tanpa mengubah besaran anggaran.















