Scroll untuk baca berita
KabarOtomotif

Mengenal Sistem F1 Qualifying: Tahapan Q1, Q2, dan Q3 Penentu Pole Position

×

Mengenal Sistem F1 Qualifying: Tahapan Q1, Q2, dan Q3 Penentu Pole Position

Sebarkan artikel ini
Mengenal Sistem F1 Qualifying: Tahapan Q1, Q2, dan Q3 Penentu Pole Position/Hibata.id
Mengenal Sistem F1 Qualifying: Tahapan Q1, Q2, dan Q3 Penentu Pole Position/Hibata.id

Hibata.id – Musim Formula 1 2026 menghadirkan sejumlah perubahan penting, tidak hanya pada teknologi mobil dan regulasi mesin, tetapi juga pada format kualifikasi.

FIA menyesuaikan sistem penentuan posisi start setelah jumlah mobil yang berlaga di setiap seri meningkat menjadi 22 unit.

Penambahan jumlah mobil tersebut terjadi setelah kehadiran tim baru di kejuaraan dunia Formula 1. Kondisi ini membuat grid balap menjadi lebih padat sehingga regulator perlu menyesuaikan format kualifikasi agar tetap efisien, kompetitif, dan memberi kesempatan yang adil bagi semua pembalap.

Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi besar Formula 1 menuju era baru yang lebih kompetitif serta mengusung teknologi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Grid Formula 1 Resmi Berisi 22 Mobil

Mulai musim 2026, kejuaraan dunia Formula 1 diikuti oleh 11 tim dengan total 22 mobil di setiap seri balapan.

Penambahan jumlah peserta ini memengaruhi pengaturan sesi kualifikasi yang berlangsung pada akhir pekan balapan. FIA mempertahankan struktur utama kualifikasi, namun menyesuaikan mekanisme eliminasi agar sesi tetap berjalan efektif meskipun jumlah mobil bertambah.

Baca Juga:  Polres Diminta Jangan Pakai “Kacamata Kuda” Ketika Selidiki PETI Pohuwato

Format ini bertujuan menjaga keseimbangan kompetisi sekaligus memastikan setiap pembalap memiliki peluang mencatat waktu terbaik.

Sistem Qualifying Tetap Menggunakan Tiga Sesi

Walaupun jumlah mobil meningkat, Formula 1 tetap menggunakan sistem kualifikasi tiga tahap yang terdiri dari Q1, Q2, dan Q3.

Format eliminasi bertahap tersebut dipertahankan karena dinilai mampu menghadirkan persaingan yang ketat sekaligus menjaga dinamika sesi kualifikasi hingga akhir.

Pada tahap akhir, sepuluh pembalap tercepat akan bersaing memperebutkan posisi pole position.

Q1 Menjadi Tahap Seleksi Awal

Pada sesi Q1 seluruh pembalap turun ke lintasan untuk mencatat waktu lap tercepat. Sesi ini berlangsung sekitar 18 menit.

Pembalap yang mencatat waktu paling lambat akan tereliminasi dan menempati posisi start di bagian belakang grid.

Selain itu, FIA tetap menerapkan aturan 107 persen, yaitu pembalap yang mencatat waktu lebih lambat dari 107 persen waktu tercepat berpotensi tidak diizinkan mengikuti balapan kecuali mendapatkan persetujuan steward.

Baca Juga:  Tambang Emas Ilegal di Pohuwato Dibongkar, Polisi Amankan Belasan Mesin Alkon

Q2 Menentukan Sepuluh Pembalap Tercepat

Pembalap yang lolos dari Q1 melanjutkan persaingan ke sesi Q2 yang berlangsung sekitar 15 menit.

Pada tahap ini intensitas persaingan meningkat karena para pembalap berusaha masuk ke sepuluh besar. Mereka yang gagal menembus posisi tersebut akan memulai balapan dari posisi tengah grid.

Strategi penggunaan ban serta waktu keluar ke lintasan menjadi faktor penting dalam menentukan hasil sesi ini.

Q3 Menjadi Perebutan Pole Position

Sepuluh pembalap tercepat dari Q2 kemudian bertarung di sesi Q3 untuk menentukan pole position.

Sesi terakhir ini biasanya berlangsung sekitar 12 menit. Setiap tim akan memaksimalkan performa mobil melalui strategi ban dan pengaturan waktu lap terbaik.

Hasil Q3 akan menentukan sepuluh posisi start terdepan pada balapan utama yang digelar hari Minggu.

Regulasi Baru Tandai Era F1 2026

Perubahan format kualifikasi merupakan bagian dari paket regulasi baru yang mulai berlaku pada musim 2026.

Baca Juga:  Motor Matik PCX 2024, Berikut Fitur Terbarunya

Formula 1 menghadirkan mobil dengan dimensi lebih ringkas, bobot lebih ringan, serta teknologi aerodinamika aktif yang menggantikan sistem DRS. Selain itu, unit mesin hybrid juga mengalami penyesuaian dengan pembagian tenaga yang lebih seimbang antara mesin pembakaran internal dan motor listrik.

Regulasi tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus memperkuat arah pengembangan teknologi ramah lingkungan di ajang balap ini.

Persaingan Menuju Pole Position Diprediksi Makin Ketat

Penambahan jumlah mobil di grid membuat persaingan menuju pole position diperkirakan semakin sengit.

Setiap pembalap harus memaksimalkan performa mobil di setiap sesi kualifikasi karena peluang untuk tersingkir lebih cepat menjadi lebih besar dibanding musim sebelumnya.

Dengan kombinasi regulasi teknis baru dan perubahan format kualifikasi, musim Formula 1 2026 diprediksi menghadirkan dinamika balapan yang lebih menarik bagi tim, pembalap, maupun penggemar motorsport di seluruh dunia.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel