Scroll untuk baca berita
Kabar

Pernikahan di Bone Hebohkan Warga, Mempelai Pria Berkelamin Ganda

×

Pernikahan di Bone Hebohkan Warga, Mempelai Pria Berkelamin Ganda

Sebarkan artikel ini
Dugaan pernikahan sesama wanita di Kabupaten Bone (Liputan6.com/Istimewa)/Hibata.id
Dugaan pernikahan sesama wanita di Kabupaten Bone (Liputan6.com/Istimewa)/Hibata.id

Hibata.id – Pemerintah Desa Arasoe, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, memastikan bahwa FR, mempelai pria dalam pernikahan yang sempat menghebohkan warga, memiliki kondisi kelamin ganda atau ambiguous genitalia.

Fakta ini terungkap setelah dilakukan pemeriksaan medis oleh tim dari UPT Puskesmas Cina dengan pendampingan aparat kepolisian dan pemerintah desa.

Scroll untuk baca berita

“Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa FR memiliki kelamin ganda, namun organ kelamin laki-lakinya lebih dominan,” kata Kepala Desa Arasoe, Andi Amal Pahsyah, Senin (12/5/2025).

Amal menyebut, pemeriksaan dilakukan secara terbuka dan disaksikan oleh unsur aparat seperti Kapolsek Cina, Kanit Reskrim, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta Kepala Dusun dan Kepala UPT Puskesmas setempat.

Baca Juga:  Beredar Kabar Pesawat ATR Jatuh di Pohuwato, Korban Dievakuasi

“Hasil pemeriksaan ini sah, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan secara medis. Kami harap masyarakat tidak terprovokasi oleh isu yang belum diverifikasi,” tegasnya.

Sebelumnya, warga Bone dihebohkan dengan kabar pernikahan sesama jenis antara FR dan TR yang dilangsungkan di Dusun Lacuco, Desa Arasoe, pada Kamis (8/5/2025). Informasi yang beredar menyebutkan bahwa FR, yang tampil dengan ciri-ciri fisik perempuan, diduga bukan laki-laki.

Seorang warga berinisial EN mengaku pernikahan tersebut digelar meriah dengan adat Bugis Bone. “Mereka sudah lama pacaran. Saat TR sakit, FR sering menjaganya,” ujarnya.

Baca Juga:  Imigrasi Gorontalo Angkat Tajuk “Cerita, Citra & Creativity” di Humas Connect 2025

Kepala Desa Arasoe juga membenarkan bahwa TR merupakan warganya. Namun, ia menyatakan bahwa pemerintah desa tidak ingin gegabah mengambil kesimpulan sebelum proses klarifikasi dan pemeriksaan selesai.

“Saya tanya langsung kepada TR, dan ia meyakinkan bahwa suaminya adalah laki-laki. Jika memang terbukti sebaliknya, kami sarankan agar meninggalkan kampung sementara demi ketertiban,” ungkap Amal.

Untuk mencegah keresahan warga, pemerintah desa segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian, TNI, serta tim medis. Tujuannya, memastikan kejelasan identitas FR secara hukum dan medis.

Baca Juga:  Akibat Membela Mahasiswa, Dosen UMGO Ini Justru Dipecat hingga Beasiswanya Dihapus

“Kami juga berkomunikasi dengan Pemerintah Desa Batu Gading, tempat asal FR, serta memeriksa dokumen nikahnya. Semua identitas yang tercatat menyatakan FR sebagai laki-laki,” jelas Amal.

Ia menambahkan bahwa jika terbukti FR memalsukan identitas, maka akan ada proses hukum lebih lanjut. Namun hingga saat ini, dokumen dan hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa FR memiliki ciri kelamin laki-laki yang lebih dominan.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel