Hibata.id – Niat hati datang untuk musyawarah, apa daya pulang dengan luka. Itulah yang dialami Arifin Inombi (58), seorang sopir asal Desa Pentadu, yang justru menjadi korban pengeroyokan.
Peristiwa ini terjadi di kawasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) DAM, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kamis (9/4/2026).
Peristiwa ini ibarat drama siang bolong yang berubah cepat dari diskusi santai menjadi situasi tegang.
Dugaan sementara, aktivitas tambang ilegal di lokasi tersebut jadi pemicu gesekan antar individu.
Pihak Polres Pohuwato mencatat kejadian ini dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/61/IV/2026/SPKT/RES-PHWT tertanggal 9 April 2026 dan kini tengah melakukan penyelidikan.
Korban mengaku awalnya datang ke lokasi untuk membahas persoalan lahan. Sekitar pukul 13.00 WITA, suasana masih terbilang kondusif.
Namun, situasi berubah ketika salah satu pihak menegur korban dengan nada tinggi.
Meski korban sudah mencoba meredakan suasana dengan permintaan maaf, kondisi justru semakin memanas.
Alih-alih selesai dengan diskusi, korban justru menghadapi aksi kekerasan.
Beberapa orang diduga terlibat dalam insiden tersebut dan melakukan penyerangan secara bersamaan.
Dalam keterangannya, korban menyebut sejumlah pelaku melakukan pemukulan dan tendangan.
Bahkan, situasi sempat membuat korban tidak leluasa menghindar dari serangan.
Insiden ini menambah catatan bahwa kawasan PETI Hulawa bukan hanya soal aktivitas tambang, tetapi juga rawan konflik.
Setelah kejadian, korban berusaha menyelamatkan diri ke lokasi aman sebelum akhirnya mendapat bantuan warga dan dibawa ke Polres Pohuwato.
Petugas langsung mengarahkan korban ke Rumah Sakit Bumi Panua Pohuwato. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya luka pada beberapa bagian tubuh.
Korban menyatakan keberatan atas kejadian tersebut dan meminta proses hukum berjalan sesuai aturan.
Satuan Reserse Kriminal Polres Pohuwato telah melakukan pemeriksaan awal dan meminta keluarga korban membuat laporan resmi.
Kapolres Pohuwato melalui Humas, Akim Dersi, menyebut informasi yang diterima masih bersifat awal.
“Penyelidikan masih berjalan. Identitas pelaku masih dalam pengembangan karena korban hanya mengenali wajah mereka,” ujarnya.
Tambang ilegal dan konflik berulang
Kasus ini kembali mengingatkan bahwa aktivitas tambang tanpa izin di Hulawa masih menyisakan persoalan serius, terutama potensi konflik sosial.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap pelaku dan motif kejadian.
Di balik kisah yang terdengar seperti “drama mendadak”, peristiwa ini tetap menjadi pengingat pentingnya penyelesaian konflik secara damai serta penegakan hukum di kawasan rawan.













