Hibata.id – Suasana duka menyelimuti keluarga Mahmud Lihawa, pemuda berusia 18 tahun asal Dusun Banjar II, Desa Bumbulan, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.
Mahmud ditemukan meninggal dunia pada Kamis (5/3/2026). Kabar kematiannya cepat menyebar di tengah warga, terutama karena lokasi penemuan korban diduga berada di kawasan pertambangan emas tanpa izin (PETI) Bulangita.
Namun bukan hanya kabar kematian yang mengejutkan warga. Kondisi tubuh korban justru memunculkan banyak tanda tanya.
Beberapa warga yang melihat langsung jenazah Mahmud mengaku menemukan sejumlah luka pada tubuhnya.
Luka itu disebut terlihat di beberapa bagian tubuh, mulai dari wajah, perut hingga kedua kaki.
Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan kondisi tersebut membuat masyarakat menduga kematian Mahmud tidak terjadi secara wajar.
“Kami melihat ada beberapa luka di tubuh korban. Bahkan di bagian leher terlihat seperti bekas jeratan,” kata warga tersebut.
Jenazah Diantar Langsung ke Rumah Keluarga
Cerita mengenai kematian Mahmud tidak berhenti pada kondisi tubuh korban.
Warga juga mempertanyakan proses pengantaran jenazah yang langsung dibawa ke rumah keluarga di Desa Bumbulan.
Menurut keterangan warga, jenazah Mahmud diantar oleh seorang pria bernama Daeng Fira.
Bagi sebagian warga, langkah tersebut dinilai janggal.
Mereka menilai kejadian tersebut seharusnya terlebih dahulu dilaporkan kepada aparat kepolisian agar petugas dapat datang ke lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan.
“Biasanya kalau ada kejadian seperti itu, dilaporkan dulu ke polisi supaya bisa dilakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara,” ujar seorang warga.
Autopsi di RSUD Bumi Panua
Untuk mengetahui penyebab pasti kematian Mahmud, jenazah korban kini telah dibawa ke RSUD Bumi Panua Pohuwato.
Tim medis akan melakukan autopsi guna memastikan apakah kematian tersebut berkaitan dengan tindak kekerasan atau penyebab lain.
Hasil pemeriksaan medis tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan kepada keluarga dan masyarakat.
PETI Bulangita Masih Berlangsung
Di tengah munculnya dugaan kematian tidak wajar tersebut, aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Bulangita dilaporkan masih berlangsung.
Lokasi tersebut menjadi sorotan warga karena Mahmud ditemukan meninggal di area yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan ilegal.
Sejumlah warga berharap aparat penegak hukum dapat mengusut kasus ini secara menyeluruh, sekaligus memastikan penyebab kematian korban.
Hingga berita ini dipublikasikan, Kepolisian Resor Pohuwato belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan kasus tersebut.
Sementara itu, keluarga korban masih menunggu hasil autopsi yang diharapkan dapat mengungkap apa yang sebenarnya terjadi pada Mahmud di lokasi tambang tersebut.












