Hibata.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo merilis perkembangan nilai ekspor daerah pada awal tahun 2026. Data terbaru menunjukkan nilai ekspor Gorontalo pada Januari 2026 mencapai US$4,46 juta.
Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 47,07 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Desember 2025, nilai ekspor Provinsi Gorontalo tercatat sebesar US$8,43 juta.
BPS mencatat penurunan nilai ekspor tersebut dipengaruhi oleh berkurangnya volume dan nilai pengiriman sejumlah komoditas utama dari daerah tersebut.

Sementara itu, ekspor yang dilakukan langsung melalui pelabuhan dan bandara di Provinsi Gorontalo pada Januari 2026 tercatat sebesar US$1,56 juta.
Komoditas yang diekspor melalui jalur tersebut didominasi oleh pelet kayu atau Wood Pellet (HS 44) dengan tujuan pasar Jepang.
Data BPS menunjukkan komoditas pelet kayu masih menjadi salah satu produk ekspor unggulan Gorontalo yang secara konsisten menembus pasar internasional, khususnya di kawasan Asia Timur.
Pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan terkait terus mendorong peningkatan kinerja ekspor melalui penguatan produksi, perluasan pasar, serta peningkatan nilai tambah komoditas unggulan daerah.












