Scroll untuk baca berita
Kota Gorontalo

Kritik Penanganan Sampah di Kota Gorontalo, HMI Ditantang Turun ke Lapangan

×

Kritik Penanganan Sampah di Kota Gorontalo, HMI Ditantang Turun ke Lapangan

Sebarkan artikel ini
Juru Bicara Wali Kota Gorontalo, Hadi Sutrisno Daud (Foto: Istw)
Juru Bicara Wali Kota Gorontalo, Hadi Sutrisno Daud (Foto: Istw)

Hibata.id – Kritik terhadap penanganan sampah di Kota Gorontalo yang dilontarkan Syawal Hamjati atas nama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mendapat respons keras dari Juru Bicara Wali Kota Gorontalo, Hadi Sutrisno.

Hadi menilai kritik merupakan hal yang sah dalam negara demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar kritik dibarengi kontribusi nyata di lapangan.

Scroll untuk baca berita

“Kalau sudah berkontribusi, tentu perlu diapresiasi. Tapi kalau belum, harusnya malu dengan anak-anak Pramuka yang masih SD. Mereka sudah turun bersama pemerintah membersihkan lingkungan masjid dan sekolah melalui gerakan Pramuka Penjaga Lingkungan,” kata Hadi.

Baca Juga:  Aspiratif, Adhan Dambea Turunkan Pajak Usaha Walet 7,5 Persen

Menurut dia, persoalan sampah bukan semata tanggung jawab pemerintah. Penanganannya membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, tidak hanya melalui pernyataan di media, tetapi lewat aksi konkret.

Hadi juga menjelaskan mekanisme pengelolaan tempat pembuangan sementara (TPS) yang diatur Dinas Lingkungan Hidup (DLH). TPS, kata dia, berfungsi sebagai titik penampungan sementara sebelum sampah diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Baca Juga:  Pemkot Gorontalo Buka Informasi Keuangan Daerah ke Publik

Pengangkutan dilakukan setelah proses pengumpulan dari rumah-rumah menggunakan gerobak motor (getor) listrik yang tersebar di setiap kelurahan.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Gorontalo telah melakukan berbagai langkah dalam menangani persoalan sampah. Upaya tersebut, menurut dia, bahkan belum tentu dilakukan di daerah lain.

“Pak wali sudah berdarah-darah dalam mengatasi sampah. Lihat saja di berbagai media dan media sosial terkait kebijakan yang beliau lakukan. Mungkin Syawal kurang membaca,” ujarnya.

Baca Juga:  Usai Dilantik jadi Pj Wali Kota Gorontalo, Ismail Madjid Kumpulkan Pimpinan OPD

Di akhir pernyataannya, Hadi mengaku heran karena kritik hanya diarahkan kepada Pemerintah Kota Gorontalo, sementara persoalan serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain.

“Saya curiga, ada tendensi lain dalam kritik ini,” kata Hadi.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel