Tak lama kemudian, tubuh Elin tiba-tiba tenggelam, hanya menyisakan tangannya yang sempat terlihat di permukaan air.
Warga sekitar bergegas melakukan pencarian. Sekitar pukul 18.00 WITA, Elin berhasil dievakuasi dalam kondisi tak sadarkan diri.
Ia segera dilarikan ke RS Bumi Panua Pohuwato, namun takdir berkata lain. Setibanya di rumah sakit, tim medis menyatakan Elin telah meninggal dunia.
“Jenazah korban sudah dibawa pihak keluarga ke Kecamatan Paguyaman untuk dimakamkan besok hari,” tambah Dersi dengan nada haru.
Muara Sungai Bulili menjadi urat nadi aktivitas nelayan di Duhiadaa. Namun, arus deras dan kondisi perairan kerap menelan korban.
Tragedi yang menimpa Elin menjadi peringatan keras akan pentingnya kehati-hatian saat beraktivitas di sungai maupun muara.
Kehilangan Elin Saluni bukan hanya duka bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Desa Bulili yang sehari-hari hidup dari hasil laut.
Polisi mengimbau nelayan agar mengutamakan keselamatan, menjauhi risiko berbahaya, dan selalu waspada terhadap kondisi perairan.













