Scroll untuk baca berita
Kabar

Niat Sholat Tarawih Berjamaah untuk Imam: Lengkap Arab dan Latin

×

Niat Sholat Tarawih Berjamaah untuk Imam: Lengkap Arab dan Latin

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Berdoa Jelang Shalat Eid/Hibata.id
Ilustrasi Berdoa Jelang Shalat Eid/Hibata.id

Hibata.id – Sholat tarawih merupakan ibadah sunnah yang menjadi ciri khas bulan Ramadan. Umat Islam melaksanakan sholat ini pada malam hari sebagai bagian dari qiyam Ramadan, yakni menghidupkan malam dengan sholat, doa, dan membaca Al-Qur’an.

Di berbagai daerah, masjid dipenuhi jamaah saat pelaksanaan tarawih. Meski demikian, umat Islam tetap dapat mengerjakannya sendiri di rumah dan tetap sah menurut syariat.

Scroll untuk baca berita

Rasulullah SAW menegaskan keutamaan qiyam Ramadan dalam hadisnya. Beliau menyebut, siapa yang menegakkan sholat malam di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Umat Islam biasanya menutup rangkaian tarawih dengan sholat witir sebagai penutup ibadah malam.

Waktu Pelaksanaan Sholat Tarawih

Sholat tarawih dimulai setelah sholat Isya dan berakhir sebelum masuk waktu Subuh.

Artinya, umat Islam memiliki rentang waktu cukup panjang untuk melaksanakannya, baik di awal malam setelah Isya maupun di akhir malam sebelum sahur.

Batas akhirnya adalah masuknya waktu Subuh. Jika azan Subuh telah berkumandang, maka waktu tarawih telah berakhir.

Karena itu, bagi yang ingin melaksanakan tarawih di sepertiga malam terakhir, pastikan waktu masih tersedia sebelum fajar tiba.

Baca Juga:  Indogrosir Gorontalo Ramai Pengunjung, Antusiasme Warga Rebut Promo Menarik

Berapa Rakaat Sholat Tarawih?

Jumlah rakaat sholat tarawih kerap menjadi pembahasan di kalangan ulama. Tidak terdapat hadis yang secara eksplisit menyebutkan jumlah rakaat tarawih yang dilakukan Rasulullah SAW secara khusus di Ramadan.

Aisyah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah tidak pernah menambah lebih dari 11 rakaat, baik di Ramadan maupun di luar Ramadan (termasuk witir). Dari riwayat inilah para ulama kemudian berbeda pendapat.

1. Pendapat 20 Rakaat

Mayoritas ulama dari mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali menetapkan 20 rakaat tarawih di luar witir.

Pendapat ini merujuk pada praktik Khalifah Umar bin Khattab RA yang mengumpulkan kaum Muslimin untuk melaksanakan tarawih berjamaah sebanyak 20 rakaat.

2. Pendapat 8 Rakaat

Sebagian ulama berpegang pada hadis Aisyah RA dan menetapkan tarawih 8 rakaat ditambah 3 rakaat witir, sehingga totalnya 11 rakaat.

3. Pendapat 36 Rakaat

Sebagian ulama mazhab Maliki meriwayatkan praktik 36 rakaat yang berkembang di Madinah pada masa tabi’in.

Perbedaan ini menunjukkan keluasan fiqih Islam. Umat Islam dapat memilih pendapat yang diyakini paling kuat dengan tetap menjaga persatuan dan kekhusyukan.

Niat Sholat Tarawih

Niat merupakan rukun sholat yang wajib ada dalam hati. Berikut bacaan niat sholat tarawih dua rakaat:

Baca Juga:  Pernah Diparkir Jokowi, Ignasius Jonan Kini Dipanggil Presiden Prabowo ke Istana

Niat sebagai Makmum

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’muuman lillahi ta’aalaa

Artinya: “Saya niat sholat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Niat sebagai Imam

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya niat sholat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

Niat Sendiri

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya niat sholat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Sholat Tarawih

Sholat tarawih memiliki tata cara yang sama dengan sholat sunnah lainnya dan dikerjakan dua rakaat dengan satu salam.

Berikut urutannya:

  1. Membaca niat dalam hati.

  2. Takbiratul ihram.

  3. Membaca doa iftitah.

  4. Membaca Surah Al-Fatihah.

  5. Membaca surah pendek dari Al-Qur’an.

  6. Rukuk dengan tumaninah.

  7. I’tidal.

  8. Sujud pertama.

  9. Duduk di antara dua sujud.

  10. Sujud kedua.

  11. Berdiri untuk rakaat kedua.

  12. Tasyahud akhir.

  13. Salam.

Umat Islam mengulangi rangkaian ini hingga mencapai jumlah rakaat yang dipilih, baik 8 rakaat maupun 20 rakaat.

Sholat Witir sebagai Penutup

Setelah menyelesaikan tarawih, umat Islam menutup ibadah malam dengan sholat witir yang jumlah rakaatnya ganjil.

Niat Sholat Witir 3 Rakaat

اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ ِللهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya niat sholat sunnah witir tiga rakaat karena Allah Ta’ala.”

Witir dapat dikerjakan dengan dua rakaat salam, kemudian satu rakaat salam, atau tiga rakaat sekaligus.

Pada rakaat terakhir, imam atau munfarid dapat membaca doa qunut.

Doa Setelah Sholat Witir

Setelah salam, umat Islam dianjurkan membaca:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ (3x)

Dilanjutkan doa permohonan keimanan, ilmu yang bermanfaat, hati yang khusyuk, ampunan, dan keselamatan sebagaimana diriwayatkan dalam berbagai kitab doa.

Doa ini menjadi penutup rangkaian qiyam Ramadan sebelum umat Islam beristirahat atau bersiap sahur.

Sholat tarawih Ramadan 2026 menjadi momentum meningkatkan kualitas ibadah malam. Umat Islam dapat melaksanakannya sesuai tuntunan syariat, memilih jumlah rakaat berdasarkan dalil yang diyakini, serta menjaga kekhusyukan.

Yang terpenting, setiap Muslim menjalankan tarawih dengan iman, harap, dan konsistensi agar Ramadan benar-benar menghadirkan perubahan spiritual yang lebih baik.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel