Hibata.id – Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) menggelar kegiatan Fun Run sejauh lima kilometer untuk memperingati Hari Patriotik 23 Januari.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (25/1/2026) tersebut diikuti sekitar 3.200 peserta dan menjadi ajang kebersamaan antara civitas akademika, masyarakat, dan generasi muda di Gorontalo.
Rektor UMGO Prof. Kadim Masaong mengatakan, Fun Run tersebut merupakan bentuk partisipasi aktif kampus dalam memaknai nilai-nilai kepahlawanan Hari Patriotik sekaligus mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup sehat melalui olahraga.
“Fun Run UMGO ini kami laksanakan dalam rangka memperingati Hari Patriotik. Kami mengajak masyarakat bergerak bersama melalui lari lima kilometer yang diikuti ribuan peserta,” kata Kadim.
Ia menjelaskan, kegiatan ini diikuti oleh berbagai kategori peserta, mulai dari masyarakat umum, anak-anak sekolah, hingga peserta berusia di atas 60 tahun. Menurutnya, antusiasme peserta sangat tinggi dan menunjukkan semangat kebersamaan yang kuat.
Namun demikian, Kadim menilai klasifikasi peserta masih perlu disempurnakan pada pelaksanaan berikutnya agar kompetisi berjalan lebih adil.
“Tadi saya melihat ada anak-anak sekolah dasar yang ikut berlari bersama peserta umum. Ke depan, klasifikasi peserta perlu diperjelas agar setiap kelompok memiliki kesempatan yang setara,” ujarnya.
UMGO berencana menjadikan Fun Run sebagai agenda tahunan kampus. Penyelenggaraan selanjutnya akan disesuaikan dengan momentum milad universitas, termasuk kemungkinan penambahan jarak lomba dan kategori peserta.
“Insyaallah ke depan akan menjadi agenda rutin. Mungkin bisa kita gelar kembali menjelang milad kampus pada bulan Juni dengan konsep yang lebih matang,” kata Kadim.
Ia juga menegaskan pentingnya memberi ruang bagi pelari pemula dan masyarakat umum dengan tidak melibatkan atlet yang telah mengikuti pemusatan latihan nasional. Langkah ini diharapkan dapat melahirkan bibit-bibit atlet baru dari daerah.
Selain olahraga, kegiatan Fun Run UMGO juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut membuka lapak di sekitar lokasi kegiatan.
Kehadiran UMKM tersebut dinilai mampu menggerakkan roda perekonomian lokal sekaligus memperkuat hubungan antara kampus dan masyarakat sekitar.













