Scroll untuk baca berita
Kabar

Plesetan “Bekeng Susah Gorontalo” Menggema di Depan BSG

×

Plesetan “Bekeng Susah Gorontalo” Menggema di Depan BSG

Sebarkan artikel ini
Rudianto Katili, Kepala Kantor Wilayah BSG Gorontalo saat bertemu dengan masa aksi. (Randi A. Rahman/Hibata.id)
Rudianto Katili, Kepala Kantor Wilayah BSG Gorontalo saat bertemu dengan masa aksi. (Randi A. Rahman/Hibata.id)

Hibata.id – Ribuan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Gorontalo memadati kawasan di sekitar Kantor Wali Kota hingga depan Bank SulutGo (BSG), Kamis, 13 November 2025.

Massa yang mengenakan seragam ASN itu turun ke jalan menyuarakan tuntutan agar pihak BSG segera mengembalikan dana Pemerintah Kota Gorontalo sebesar Rp35 miliar.

Aksi yang berlangsung sejak pagi itu dipimpin langsung oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, yang berdiri di barisan depan bersama para ASN. Dari mobil komando, suara orator bergema lantang. Salah satu di antaranya menegaskan tuntutan utama massa.

Baca Juga:  Aktivis Kritik DPRD Provinsi Gorontalo yang Sibuk Urus Investasi Tambang: Wakil Rakyat atau Wakil Perusahaan?

“Atas nama ASN Pemerintah Kota Gorontalo, kami minta BSG segera mengembalikan dana Rp35 miliar! So bukan juta, so miliar!” seru seorang peserta aksi disambut sorakan ribuan ASN.

Di tengah orasi, muncul plesetan yang viral di tengah massa: “BSG — Bekeng Susah Gorontalo”, sindiran tajam terhadap persoalan yang disebut-sebut telah membuat hubungan Pemkot dan pihak bank memanas.

Menurut informasi, tuntutan tersebut berakar pada surat resmi yang ditandatangani langsung oleh Wali Kota Adhan Dambea, berisi permintaan klarifikasi dan pengembalian dana milik Pemkot yang masih berada di BSG.

Baca Juga:  Jalan Rusak Dekat Rumah Gubernur Gorontalo, Warga Pertanyakan Kepedulian Pemprov

Beberapa perwakilan ASN kemudian diterima pihak bank untuk melakukan pertemuan tertutup. Setelah berdialog dengan mereka, Kepala Kantor Wilayah BSG Gorontalo, Rudianto Katili, akhirnya keluar dan memberikan keterangan di hadapan massa.

“Berdasarkan hasil diskusi dengan perwakilan ASN, saya akan segera berkoordinasi dengan pihak direksi pusat. Senin nanti, saya akan menemui manajemen pusat untuk membahas langkah penyelesaian masalah ini,” ujar Rudianto.

Namun, tanggapan itu belum sepenuhnya memuaskan para peserta aksi. Sejumlah ASN menilai respons BSG terlalu lambat dan tidak memberikan kepastian.

Baca Juga:  Dana Masjid UNIPO Dipertanyakan, Mahasiswa Geram Pembangunan Tak Kunjung Dimulai

“Masih butuh waktu lagi tunggu jawaban dari pusat. Ini berarti kita semua cuma dibikin menunggu,” keluh salah satu ASN yang tampak kecewa.

Hingga siang hari, aksi berjalan tertib dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Meski panas terik menyengat, semangat massa tak surut.

Slogan sindiran “Bekeng Susah Gorontalo” terus menggema di depan kantor BSG, menjadi simbol protes atas dugaan ketidakjelasan pengelolaan dana pemerintah daerah.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel