Hibata.id – Dinamika internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) jelang Muktamar X semakin menghangat.
Sejumlah kandidat ketua umum mulai bermunculan, baik dari kalangan internal maupun eksternal.
Meski demikian, Ketua DPP PPP Bidang Pemenangan Pemilu Sumatera Bagian Utara, Hilman Ismail Metareum, menilai kepemimpinan Muhamad Mardiono berhasil menjaga soliditas partai dan layak dipertimbangkan kembali.
Hilman yang juga pernah menjabat Ketua Umum PP GMPI periode 2010–2021 menegaskan, gaya kepemimpinan Mardiono tidak otoriter, melainkan akomodatif dan dekat dengan kader di semua tingkatan.
“Pak Mardiono tidak pernah menjaga jarak kepada siapapun. Beliau sering menyapa kader dari berbagai daerah, tanpa melihat jabatan di partai,” kata Hilman, Minggu (14/9).
Menurut dia, sikap tersebut menciptakan stabilitas yang sangat dibutuhkan PPP di tengah dinamika politik nasional. Hilman menilai integritas dan kemampuan manajerial Mardiono menjadi modal penting dalam menakhodai partai.
“Stabilitas internal dan fokus pada agenda strategis membuktikan bahwa kepemimpinan tidak cukup hanya mengandalkan simbolisme agama, melainkan harus mampu merangkul semua elemen,” ujarnya.
Hilman menambahkan, PPP sebagai partai berlandaskan Islam membutuhkan pemimpin yang mampu menyeimbangkan nilai keagamaan dengan strategi politik modern.
“Beliau bisa merangkul ulama, tokoh masyarakat, hingga akar rumput. Ini penting agar marwah partai tetap terjaga,” tegas Hilman.
Sejak ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum, kata Hilman, Mardiono langsung bergerak cepat melakukan konsolidasi ke wilayah dan cabang di seluruh Indonesia. Langkah tersebut terbukti efektif meningkatkan kinerja partai.
“Salah satu buktinya terlihat di Aceh, di mana PPP mampu menambah kursi di DPR Kabupaten/Kota. Secara nasional, total suara PPP mencapai lebih dari delapan juta, meskipun belum sepenuhnya terkonversi ke kursi DPR RI karena terbentur ambang batas parlemen,” ungkapnya.
Hilman memastikan, capaian tersebut merupakan hasil konsolidasi yang solid dan kepemimpinan akomodatif. Ia optimistis PPP masih dipercaya masyarakat dan memiliki peluang besar untuk bangkit pada Pemilu 2029.
Muktamar X PPP diperkirakan menjadi momentum penting dalam menentukan arah strategi politik partai menuju Pemilu 2029. Selain munculnya kandidat baru, konsolidasi internal dan rekam jejak kepemimpinan menjadi sorotan utama para kader.
Hilman berharap peserta Muktamar X lebih menekankan visi, misi, serta program kerja calon ketua umum. “Pemimpin sejati adalah yang mampu membawa kemaslahatan bagi partai dan umat. Saya yakin, keputusan terbaik akan lahir di Muktamar X demi masa depan PPP yang lebih kuat,” tuturnya.













