Politik

Tragedi Tambang Ilegal Suwawa, Risman Tolingguhu: Saya Turut Berduka

×

Tragedi Tambang Ilegal Suwawa, Risman Tolingguhu: Saya Turut Berduka

Sebarkan artikel ini
Calon Wakil Bupati Bone Bolango, Risman Tolingguhu prihatin dengan Tambang Ilegal Suwawa/Hibata.id
Calon Wakil Bupati Bone Bolango, Risman Tolingguhu prihatin dengan Tambang Ilegal Suwawa/Hibata.id

Hibata.id – Aktivitas tambang ilegal di Desa Tulabolo, Kecamatan Suwawa Timur, Bone Bolango kembali memakan korban jiwa.

Peristiwa ini terjadi Sabtu, 6 Juli 2024 sekitar pukul 23.45 Wita. Enam pekerja tambang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia akibat longsor di area tambang ilegal tersebut.

Baca Juga: Berikut Nama-Nama Korban Tambang Suwawa Dalam Pencarian, Termasuk…

Baca Juga:  KPU Gorontalo Utara Tetapkan 92.737 DPS Pilkada 2024

Risman Tolingguhu, salah satu bakal calon Wakil Bupati Bone Bolango menyampaikan rasa prihatin dan kekhawatirannya atas peristiwa ini.

Ia menyoroti dampak buruk dari aktivitas tambang ilegal yang tidak hanya merusak lingkungan tetapi juga mengancam nyawa para pekerja.

Baca Juga: Kapolda Gorontalo Kerahkan Personil Lakukan Pencarian Korban Longsor Tambang Suwawa

Baca Juga:  KPU Pohuwato Gelar Rapat Kerja untuk Tentukan Sub Tema Bebat Publik Calon Bupati

Risman Tolingguhu mengaku, turut berempati atas bencana banjir dan longsor yang menimpa wilayah Gorontalo khususnya Kabupaten Bone Bolango.

“Saya turut berduka cita atas adanya korban jiwa di Desa Tulabolo. Saat ini kita membutuhkan sinergitas untuk membantu pemerintah setempat dalam mengatasi kesulitan masyarakat.” kata Risman.

“Banjir dan longsor ini adalah pelajaran berulang bagi kita semua. Kedepannya, marilah kita sama-sama pelajari alam sebelum alam memberi pelajaran pada kita,” ujarnya.

Baca Juga:  Megawati Akui PDIP Babak Belur di Pemilu 2024, Basis Daerah Terpecah

Kejadian ini menambah daftar panjang insiden tragis yang terjadi akibat aktivitas tambang ilegal di daerah tersebut. *

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel