Hibata.id – Upaya Pemerintah Provinsi Gorontalo menempatkan dua tokoh kebanggaan daerah, kritikus sastra legendaris H.B. Jassin dan pejuang kemerdekaan Prof. Aloei Saboe, sebagai Pahlawan Nasional belum membuahkan hasil pada peringatan Hari Pahlawan tahun ini.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, Senin (10/11/2025), menyatakan penghormatan penuh terhadap keputusan Presiden Prabowo yang diumumkan di Jakarta. Meski belum berhasil, Pemprov Gorontalo bertekad mengusulkan kembali tahun depan.
“Kita hormati apa yang sudah diputuskan oleh Presiden dan kita akan mengusulkan lagi tahun depan,” ujar Gusnar.
Gubernur menjelaskan, fokus saat ini adalah mempersiapkan dan memperkuat data-data perjuangan kedua tokoh tersebut. Data ini menjadi bahan pertimbangan penting Presiden dalam menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional.
Selain dua nama tersebut, Gusnar menyatakan pihaknya tetap membuka masukan dari masyarakat jika ada tokoh lain yang layak diperjuangkan. Namun untuk saat ini, prioritas tetap pada H.B. Jassin dan Prof. Aloei Saboe.
Dukungan untuk H.B. Jassin sebelumnya datang dari pusat. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, secara terbuka menyatakan dukungannya saat menghadiri Dialog Budaya di Hotel Aston, Kota Gorontalo, Rabu (15/11/2025).
Sebagai Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Kehormatan (GTK), Fadli menilai dedikasi Jassin dalam dunia sastra dan kebudayaan telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa.
“Tokoh seperti H.B. Jassin sangat berjasa bagi bangsa ini. Beliau tak hanya sastrawan, tapi juga kurator kebudayaan yang telaten dan visioner,” kata Fadli. Ia menambahkan, Jassin secara sistematis menjaga dan mendokumentasikan sejarah sastra Indonesia, menjadikannya figur intelektual yang penting.
Dukungan dari Ketua Dewan GTK ini diharapkan menjadi modal kuat bagi Pemprov Gorontalo dalam pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi H.B. Jassin dan Prof. Aloei Saboe pada tahun mendatang.












