Scroll untuk baca berita
Peristiwa

Ratusan Pemudik Nyaris Gagal Berangkat Usai Baling-Baling Kapal Terlilit Tali

×

Ratusan Pemudik Nyaris Gagal Berangkat Usai Baling-Baling Kapal Terlilit Tali

Sebarkan artikel ini
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gorontalo Ipda Reza Reyzaldy/Hibata.id
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gorontalo Ipda Reza Reyzaldy/Hibata.id

Hibata.id – Situasi yang penuh ketegangan terjadi Pelabuhan Ferry Gorontalo. Tiba-tiba, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gorontalo Ipda Reza Reyzaldy, terjun ke laut di areal pelabuhan.

Ia bersama Wasatpel Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo, Deni S.M. Abdul tiba-tiba menyelam langsung ke bawah lambung kapal demi menyelamatkan 117 penumpang dari potensi keterlambatan panjang akibat gangguan teknis pada baling-baling kapal.

Scroll untuk baca berita

KMP Tuna Tomini, yang dijadwalkan bertolak menuju Ampana dan Wakai, Sulawesi Tengah, mendadak mengalami gangguan. Suara mesin terdengar tidak stabil, dan indikasi awal menunjukkan adanya lilitan benda asing di bagian propeller.

Baca Juga:  PETI di Kawasan LIL Telan Korban, Dua Orang Cedera

“Kami menerima laporan dari supervisi bahwa ada anomali saat uji coba mesin. Segera kami lakukan pengecekan manual, dan ditemukan adanya tali yang tersangkut di baling-baling kapal,” ungkap Ipda Reza saat dikonfirmasi, Sabtu (04/05/2025).

Tanpa menunggu tim penyelamat eksternal, Ipda Reza dan Wasatpel Deni mengenakan perlengkapan selam yang dipinjam dari Oceana Resort.

Di bawah permukaan air yang keruh dan arus yang cukup kuat, keduanya berjuang dengan alat seadanya—sebuah gergaji dan pisau selam—memotong tali yang membelit erat baling-baling kapal.

Baca Juga:  Gudang Peluru Armed TNI di Bekasi Meledak Dahsyat

“Ini bukan hanya soal teknis, ini soal keselamatan. Kami tahu kapal ini membawa banyak nyawa, dan waktu sangat terbatas,” kata Ipda Reza dengan napas masih terengah usai penyelaman.

Sekitar 45 menit perjuangan berlangsung di bawah air. Tali berhasil dikeluarkan dan baling-baling kembali berputar normal. Sorak lega terdengar dari atas dek saat mesin kembali stabil.

“Alhamdulillah, masalah berhasil diatasi dan kapal bisa melanjutkan pelayaran. Ini bentuk tanggung jawab kami terhadap masyarakat,” ujar Deni, Wasatpel Pelabuhan yang ikut terjun langsung dalam misi penyelamatan teknis tersebut.

Baca Juga:  Banjir Kembali Rendam Desa Hulawa: Warganet Soroti Kerusakan Lingkungan

KMP Tuna Tomini akhirnya diberangkatkan dengan selisih waktu hanya 45 menit dari jadwal semula. Tidak ada korban, tidak ada kepanikan, hanya dedikasi dan keberanian yang berbicara.

Langkah cepat dan tepat ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pihak kepolisian dan pelabuhan bukan sekadar prosedur, melainkan bentuk nyata pengabdian demi keselamatan dan kelancaran pelayaran.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel