Hibata.id – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Kristina Mohamad Udoki, menggelar reses di Desa Popodu, Kecamatan Bulango Timur, Senin (9/2/2026).
Dalam agenda tersebut, warga menyampaikan berbagai aspirasi, dengan keluhan utama terkait pemblokiran BPJS dan minimnya tiang listrik di desa setempat.
Kristina yang akrab disapa Femmy mengatakan reses menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung persoalan yang mereka hadapi.
“Reses ini penting untuk menyerap aspirasi masyarakat. Silakan sampaikan keluhan, masukan, bahkan kritik, karena ini agenda wajib DPRD bertemu konstituen,” kata Femmy.
Keluhan Tiang Listrik Langsung Direspons
Salah satu keluhan warga adalah kurangnya tiang listrik, sehingga beberapa masyarakat terpaksa menyambung kabel secara mandiri untuk mendapatkan aliran listrik.
Femmy langsung merespons hal itu dengan menghubungi pihak PLN saat kegiatan reses berlangsung.
Ia kemudian menyampaikan bahwa usulan warga terkait penambahan jaringan listrik sudah masuk dalam perencanaan.
“Alhamdulillah, informasi yang saya terima, itu sudah masuk dalam usulan pengadaan jaringan baru oleh PLN,” ujar Femmy.
BPJS Terblokir Jadi Masalah Berulang
Selain itu, Kepala Desa Popodu, Hasim Latala, menyampaikan keluhan warga terkait BPJS Kesehatan yang sering terblokir, sehingga menyulitkan masyarakat saat membutuhkan layanan medis.
Ia juga menyebut kasus klaim BPJS Ketenagakerjaan milik warga bernama Haruna Husain yang belum cair selama tiga bulan akibat perbedaan data administrasi.
“Semua dokumen sudah diperbaiki sesuai permintaan, mulai dari surat keterangan desa sampai akta kelahiran. Tapi sampai sekarang sudah tiga bulan belum ada pencairan,” kata Hasim.
DPRD Siapkan Koordinasi dengan BPJS
Menanggapi hal itu, Femmy menyatakan akan berkoordinasi dengan anggota DPRD lainnya untuk mengundang pihak BPJS dalam rapat koordinasi agar masalah tersebut bisa segera ditangani.
“BPJS ini memang sering dikeluhkan warga. Nanti kita coba undang agar bisa dicari solusi,” ujarnya.
Usulan Lain dari Masyarakat
Dalam reses tersebut, warga juga mengusulkan bantuan mesin semprot pertanian serta meminta agar bantuan untuk pelaku UMKM diberikan dalam bentuk uang tunai agar lebih sesuai kebutuhan.
Femmy menegaskan seluruh aspirasi masyarakat akan dicatat dan diperjuangkan sesuai kewenangan DPRD.
“Insyaallah akan kita perjuangkan sesuai kewenangan,” kata Femmy.













