Hibata.id – Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara, menggelar Forum Penyusunan Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Gedung Kesenian, Kecamatan Lakudo, Senin (23/2/2026).
Bupati Buton Tengah Azhari menghadiri langsung forum tersebut bersama perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Penjabat Sekretaris Daerah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala desa se-Buteng, serta pimpinan perbankan.
Bupati Azhari menegaskan Ranwal RKPD 2027 menjadi tahapan strategis untuk menentukan arah kebijakan dan prioritas pembangunan daerah tahun depan.
“Di tengah keterbatasan fiskal, kami akan fokus mendorong investasi dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kami ingin investor melihat potensi Buton Tengah, terutama sektor perikanan seperti lobster dan ikan teri,” kata Azhari.
Strategi Hadapi Keterbatasan Fiskal
Azhari menyatakan efisiensi anggaran menjadi tantangan nyata bagi pemerintah daerah. Karena itu, Pemkab Buton Tengah memperkuat sektor unggulan yang mampu menghasilkan pendapatan berkelanjutan.
Pemkab memprioritaskan pengembangan perikanan, pariwisata, serta optimalisasi kinerja perangkat daerah pengelola pendapatan. Pemerintah daerah juga memproses pengambilalihan pengelolaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) agar mampu berkontribusi pada peningkatan PAD sekaligus memperkuat pelayanan dasar masyarakat.
“Kami ingin setiap potensi daerah memberi dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan kualitas layanan publik,” ujarnya.
Proyek Pusat Capai Rp500 Miliar
Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Pemkab Buton Tengah berhasil menarik sejumlah proyek strategis dari pemerintah pusat dengan nilai mencapai sekitar Rp500 miliar.
Nilai tersebut bahkan melampaui dana transfer yang diterima daerah. Proyek itu meliputi pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), markas Batalyon, kantor BPS, gudang Bulog, Sekolah Rakyat, Pengadilan Agama, serta Jalan Inpres Daerah (Jalan ID).
Azhari menyebut capaian tersebut sebagai hasil sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
“Sinergi ini harus terus kami perkuat agar pembangunan di Buton Tengah tetap berjalan optimal,” katanya.
Kembangkan Maritim dan Pertanian
Pada sektor maritim, Pemkab Buton Tengah bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menyiapkan 400 hektare lahan tambak udang.
Wilayah pesisir difokuskan pada komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti rajungan, lobster, dan rumput laut. Sementara itu, kawasan eks-Benteng diarahkan menjadi sentra pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan dan menopang kebutuhan lokal.
Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal dan membuka lapangan kerja baru.
Penataan PPPK dan Penguatan Pendidikan
Di bidang pendidikan dan sumber daya manusia, Pemkab Buton Tengah mendorong peningkatan status Universitas Sembilanbelas November (USN) agar berkembang menjadi institut mandiri.
Bupati juga menyoroti beban anggaran akibat formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Pemerintah daerah merumuskan skema pemberdayaan agar tenaga PPPK dapat berkontribusi optimal, termasuk sebagai tenaga pengajar dan penata layanan di Sekolah Rakyat.
“Kami akan memastikan penempatan tenaga PPPK tetap produktif dan mendukung pelayanan publik,” ujar Azhari.
Tegaskan Komitmen Tata Kelola Bersih
Menutup arahannya, Bupati Azhari menginstruksikan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), kepala OPD, hingga kepala desa untuk terus berinovasi dalam pelayanan publik meski menghadapi efisiensi anggaran.
Ia juga menegaskan komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Pemerintah daerah, kata dia, membuka ruang pengawasan dan memperkuat sistem pengendalian internal.
“Saya akan menindak tegas aparatur yang tidak bekerja sesuai aturan. Selama bekerja profesional dan mengikuti regulasi, posisi Anda aman. Mari kita wujudkan Buton Tengah yang tertata, transparan, dan sejahtera,” tegasnya.













