Scroll untuk baca berita
Kabar

Santri Melek Bisnis, BI Gorontalo Bangun Generasi Ekonomi Syariah Masa Depan

×

Santri Melek Bisnis, BI Gorontalo Bangun Generasi Ekonomi Syariah Masa Depan

Sebarkan artikel ini
Opening Ceremony Bazar Ramadan 2026/Hibata.id
Opening Ceremony Bazar Ramadan 2026/Hibata.id

Hibata.id – Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) kembali menggelar Opening Ceremony Bazar Ramadan 2026.

Hal ini terus dilakukan demi mendorong ekonomi syariah makin kuat dan berdampak langsung ke masyarakat.

Scroll untuk baca berita

Gubernur Gorontalo membuka kegiatan tersebut yang juga dihadiri Kantor Wilayah Kementerian Agama, organisasi perangkat daerah (OPD), KDEKS, Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (HEBITREN), serta jajaran BI Gorontalo.

Bazar Ramadan 2026 berlangsung pada 19 Februari hingga 15 Maret 2026. Sebanyak 175 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pondok pesantren, serta kelompok tani binaan BI ikut ambil bagian.

Baca Juga:  PETI Merambah ke Botubilotahu, Gunakan 7 Alat Berat: Apakah Aparat Tahu?

Mereka menghadirkan beragam produk unggulan seperti makanan olahan, kerajinan, fesyen muslim, hingga pangan organik. Kegiatan ini menjadi ruang promosi sekaligus penguatan jejaring usaha selama momentum Ramadan.

Kepala Perwakilan BI Gorontalo, Bambang Setya Permana saat meberikan sambutan pada Opening Ceremony Bazar Ramadan 2026/Hibata.id
Kepala Perwakilan BI Gorontalo, Bambang Setya Permana saat meberikan sambutan pada Opening Ceremony Bazar Ramadan 2026/Hibata.id

Kepala Perwakilan BI Gorontalo, Bambang Setya Permana mengatakan pihaknya rutin menggelar Bazar Ramadan selama tiga tahun terakhir sebagai bentuk kolaborasi nyata dengan pemerintah daerah dan KDEKS.

Menurut dia, BI tidak hanya menghadirkan UMKM, tetapi juga mendorong pesantren untuk lebih mandiri secara ekonomi.

Baca Juga:  Polemik Akses Tambang Rakyat dan Perusahaan, GRIB Jaya Pohuwato Siap Bela Masyarakat

“Kami ingin santri tidak hanya belajar agama dan akademik, tetapi juga memiliki keterampilan mengelola usaha, termasuk pertanian organik,” ujar Bambang.

BI Gorontalo juga membangun ekosistem halal secara menyeluruh, mulai dari pembinaan kelompok tani dan pesantren sebagai produsen pangan organik, pembentukan koperasi syariah, hingga memperluas akses pasar di berbagai titik distribusi di Gorontalo.

Bambang menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi UMKM, pesantren, dan kelompok tani.

Ia mengajak pemerintah daerah, perbankan syariah, serta seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi demi mendorong ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  Gaji PNS Naik 8 Persen pada 2025, Tunjangan dan Gaji ke-13 Pensiunan Ikut Disesuaikan

Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2026

BI mencatat ekonomi Gorontalo tumbuh 6,12 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Triwulan IV 2025.

Bazar Ramadan 2026 diharapkan ikut menjaga momentum tersebut sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi selama bulan Ramadan.

Melalui kerja sama antara BI, pemerintah daerah, pesantren, dan pelaku UMKM, Gorontalo terus memperkuat ekonomi syariah, memperluas inklusi keuangan, serta meningkatkan daya saing produk lokal di pasar regional dan nasional.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel