Scroll untuk baca berita
Nusantara

Sejarah dan Tradisi Maulid Nabi: Dari Arab hingga Nusantara

×

Sejarah dan Tradisi Maulid Nabi: Dari Arab hingga Nusantara

Sebarkan artikel ini
Sejarah dan Tradisi Maulid Nabi/Hibata.id
Sejarah dan Tradisi Maulid Nabi/Hibata.id

Mayoritas ulama meyakini Nabi Muhammad SAW lahir pada 12 Rabiul Awwal Tahun Gajah (570 M), sehingga setiap tanggal tersebut diperingati sebagai Maulid Nabi SAW.

Tradisi Maulid di Indonesia

Di Indonesia, peringatan Maulid Nabi SAW menjadi bagian penting dalam kehidupan keagamaan umat Islam. Di Jawa, masyarakat merayakannya dengan membaca kitab manakib seperti Barzanji, Simthud Durar, Diba’, Syaroful Anam, dan Burdah. Setelah itu, warga biasanya menikmati hidangan bersama yang disiapkan secara gotong royong.

Baca Juga:  Hari Kartini dan Perempuan Indonesia yang Menginspirasi Sepanjang Masa

Di keraton-keraton Jawa, peringatan ini dikenal dengan sebutan Grebeg Mulud. Sementara di Sulawesi Selatan, Maulid Nabi dirayakan dengan tradisi Maudu Lompoa atau Maulid Akbar.

Baca Juga:  Open Tournament Pencak Silat Kapolresta Gorontalo Kota Resmi Dibuka

Perayaan ini berlangsung meriah bahkan melebihi suasana Idul Fitri, dengan arak-arakan replika perahu Pinisi yang dihias kain sarung serta dipamerkan di tepi sungai.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel