Scroll untuk baca berita
Buton

Seluruh Sekolah di Buton Tengah Diliburkan, Dinas PK Tegaskan Demi Keamanan Siswa

×

Seluruh Sekolah di Buton Tengah Diliburkan, Dinas PK Tegaskan Demi Keamanan Siswa

Sebarkan artikel ini
Bupati Buton tengah didampingi Kepala Dinas PK Buton Tengah, Abdullah/Hibata.id
Bupati Buton tengah didampingi Kepala Dinas PK Buton Tengah, Abdullah/Hibata.id

Hibata.id – Seluruh sekolah di Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA), untuk sementara waktu diliburkan.

Kebijakan ini ditetapkan melalui surat edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Buton Tengah Nomor 800.1.3/333/VIII/2025 yang ditandatangani Kepala Dinas PK, Abdullah, pada Minggu (31/8).

Scroll untuk baca berita

Kepala Dinas PK Buton Tengah, Abdullah, menegaskan bahwa kebijakan tersebut diambil untuk menjaga keamanan dan kenyamanan proses belajar mengajar.

Baca Juga:  Jembatan Tona Siap Dibangun, Penghubung Sejarah Dua Pulau Kembar Muna-Buton

“Edaran ini kami keluarkan agar peserta didik tetap bisa belajar dalam suasana yang kondusif. Untuk sementara, pembelajaran dilakukan di rumah dengan pengawasan guru dan orang tua,” kata Abdullah di Lakudo, Senin (1/9).

Evaluasi Berdasarkan Situasi

Ia menjelaskan, masa libur sekolah ini bersifat sementara dan akan dievaluasi sesuai perkembangan kondisi daerah.

“Bisa saja hanya satu hari jika keadaan sudah memungkinkan. Intinya, kami ingin memastikan siswa dan guru merasa aman sebelum kembali ke sekolah,” ujarnya.

Baca Juga:  Buton Tengah Jadi Pusat Konsolidasi, BGN Mantapkan Program Gizi Gratis di Sultra

Meski tanpa tatap muka, Abdullah meminta para guru tetap melakukan pemantauan belajar siswa. Ia juga mengimbau orang tua aktif mendampingi anak-anak selama belajar di rumah.

“Kolaborasi guru dan orang tua sangat penting agar proses pendidikan tetap berjalan meskipun dilakukan secara mandiri,” katanya.

Surat edaran ini diterbitkan menyusul dinamika situasi di Sulawesi Tenggara, termasuk adanya gejolak di beberapa daerah yang dikhawatirkan berdampak pada stabilitas wilayah.

Baca Juga:  Pimpin Upacara HGN, Bupati Buteng: Kesejahteraan Guru Jadi Fokus Utama

Pemerintah daerah menilai langkah tersebut sebagai bentuk antisipasi untuk menjaga ketertiban sekaligus menjamin keselamatan peserta didik.

Kebijakan meliburkan sekolah mendapat perhatian publik karena Buton Tengah termasuk daerah dengan jumlah siswa cukup besar di Sulawesi Tenggara.

Pemerintah daerah berharap, dengan adanya kebijakan ini, iklim belajar tetap terjaga dan proses pendidikan bisa kembali normal setelah situasi kondusif.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel