Scroll untuk baca berita
Parlemen

Siswa Bone Pantai Protes Saat Terima MBG: “Ibu, Torang Cuma Makan Tulang?”

×

Siswa Bone Pantai Protes Saat Terima MBG: “Ibu, Torang Cuma Makan Tulang?”

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Femmy Udoki, meninjau langsung SPPG Desa Tihu sebagai respons atas keluhan warga terkait pelayanan dan kebutuhan masyarakat setempat, Kabupaten Bone Bolango, Rabu (4/2/2026)/Hibata.id

Hibata.id – Desa Tunas Jaya siang itu tidak seperti biasanya. Warga berkumpul, duduk berhadapan dengan wakil rakyat yang datang membawa satu agenda, yakni mendengar.

Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Femmy Udoki, kembali turun ke daerah pemilihannya dalam masa reses sidang kedua tahun 2025–2026.

Kali ini, langkahnya berhenti di Kecamatan Bone Pantai, tepatnya di Desa Tunas Jaya.

Reses memang selalu menjadi ruang bagi masyarakat untuk bicara apa adanya.

Keluhan tentang bronjong, pertanian, hingga kebutuhan dasar desa pun mengalir.

Namun, ada satu isu yang terdengar paling pelan, tapi justru paling tajam. Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Awalnya, program ini disambut hangat. Anak-anak sekolah menerima makanan dengan semangat, bahkan merasa seperti mendapat perhatian lebih dari negara.

Tapi belakangan, cerita itu mulai berubah.

Baca Juga:  Adhan Dambea Sarankan Dinas Pertanian Diaudit Karena Persoalan Aset

Kepala Sekolah SDN 9 Bone Pantai, Nur Ikhlas Muhamad, berdiri dan menyampaikan sesuatu yang membuat ruangan seketika hening.

“Banyak siswa mengeluh karena menu MBG yang disajikan sekarang lauk kebanyakan tulang,” ujarnya, Rabu (4/2/2025).

Ia mengatakan, lauk memang masih ada. Tapi potongannya semakin kecil, bahkan kadang hanya menyisakan tulang.

Anak-anak pun mulai bertanya dengan polos, namun menohok.

“Mereka bilang, ‘Ibu, torang cuma makan tulang?’,” kata Nur menirukan suara protes siswa.

Bukan hanya lauk yang dipersoalkan.

Buah yang datang bersama paket makan siang juga dianggap monoton. Pisang dan semangka terus berulang.

Bagi anak-anak desa, buah itu bukan hal baru. Mereka sudah memakannya setiap hari.

“Kalau hanya pisang dan semangka, itu biasa sekali di Tunas Jaya. Sesekali tolong ada buah lain supaya siswa tidak bosan dan bisa tahu jenis buah berbeda,” ujarnya.

Baca Juga:  Ridwan Monoarfa Serukan Damai dan Partisipasi Aktif Warga Jelang PSU

Femmy Udoki mendengar semua keluhan itu tanpa memotong. Ia kemudian menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dianggap sepele.

“Saya akan serius menindaklanjuti ini. Saya akan koordinasi dengan Wakil Gubernur Gorontalo, Ibu Idah,” kata Femmy di hadapan warga.

Ia berharap program yang niat awalnya baik ini benar-benar dijalankan dengan kualitas yang layak, karena menyangkut anak-anak dan masa depan mereka.

Femmy juga menekankan pentingnya peran dinas terkait dalam pengawasan, sebab tidak mungkin pengawasan hanya bergantung pada satu orang.

“Saya minta dinas pendidikan dan pihak terkait lebih peka agar program ini tersalurkan dengan baik dan sesuai harapan masyarakat,” tegasnya.

Di Desa Tunas Jaya, reses hari itu bukan sekadar agenda politik.

Baca Juga:  DPRD Gorontalo Perjuangkan Tunjangan Guru PAI hingga ke DPR RI

Ia menjadi pengingat bahwa di balik angka program dan laporan di atas kertas, ada suara anak-anak yang masih berharap makan siang mereka benar-benar bergizi… bukan sekadar tulang.

Sementara itu, Kepala SPPG Desa Tihu Kecamatan Bone Pantai Alwin Karim mengatakan bahwa dirinya akan melakukan evaluasi terkait keluhan yang masuk.

“Ini akan kita evaluasi, nanti kedepan ketika ada daging yang menyusut begitu nanti kita bisa bikin double,” kata Alwin

Terkait keluhan soal buah, ia bilang Insya kedepan mereka akan sajikan buah yang diinginkan.

“Misalkan disini kan jarang sekali anggur, sehingga nanti kita akan buat menunya itu ada anggur,” ia menandaskan.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel