Hibata.id – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Gorontalo menggelar case conference bersama lintas sektor untuk menangani kasus Lutfi Haryono, pengemis yang sempat viral di media sosial.
Pertemuan ini berlangsung di Rumah Singgah Ilomata, Kelurahan Tapa, Kecamatan Sipatana, Senin (21/7/2025).
Lutfi Haryono merupakan penerima layanan kesejahteraan sosial dalam klaster Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) kategori pengemis.
Pertemuan itu dihadiri unsur terkait, seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta aparat Kelurahan Ipilo.
Hasil case conference menghasilkan beberapa kesepakatan penting, di antaranya:
- Lutfi akan direunifikasi dan diterima kembali oleh keluarga.
- Dana yang disita Dinsos digunakan untuk kebutuhan harian Lutfi.
- Keluarga wajib melaporkan penggunaan dana tersebut.
- Lutfi berkomitmen tidak kembali mengemis di ruang publik.
- Jika terbukti mengulangi, Lutfi siap diproses sesuai peraturan daerah.
Selain itu, kendaraan yang digunakan Lutfi untuk mengemis diamankan di kantor kelurahan. Satpol PP menyatakan siap melakukan tindakan tegas jika pelanggaran terulang.
Pemantauan terhadap aktivitas Lutfi di masyarakat akan terus dilakukan secara berkelanjutan.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial dan Perlindungan Jaminan Sosial (Rehsos Linjamsos) Dinsos Kota Gorontalo, Herson Tahir, menegaskan bahwa kesepakatan ini disepakati secara sukarela oleh Lutfi.
“Kami sepakat melakukan reunifikasi, namun jika ia kembali mengemis di jalan, maka akan diarahkan untuk diproses pidana ringan sesuai peraturan daerah,” tegas Herson.
Usai kesepakatan, Lutfi Haryono resmi dipulangkan ke pihak keluarga untuk mendapatkan pendampingan.
Langkah ini menjadi wujud sinergi pemerintah daerah bersama aparat dan masyarakat dalam menangani masalah sosial dengan pendekatan humanis namun tetap berlandaskan hukum.















