Hibata.id – Musim penghujan hujan yang melanda wilayah Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo dan sekitarnya membawa dampak serius bagi petani. Salah satu yang paling terdampak adalah petani sayur kangkung.
Beberapa petani sayur kangkung di Desa Bulotalangi Timur, kerap kali mengeluhkan hasil panen mereka yang tidak sesuai. Sebagian besar kangkung yang seharusnya sudah jual, malah mengalami pembusukan akibat banyak terendam air.
Baca Juga: Lukisan Karya Napi Lapas Pohuwato Tampil dalam Event PPC
Menurut Suban Djou (25), kondisi kangkung saat ini dalam fase yang tidak baik-baik saja. Sebab, banyak kangkung mereka kini terkena hama akibat curah hujan yang tinggi dan berkepanjangan.
“Kangkung darat itu kalau banyak kena air batang, daun hingga akar pasti rusak,” kata Suban, Sabtu (06/07/2024).
Dirinya menyebutkan, kondisi kangkung tidak bisa dijual membuat petani sayur harus mengalami kerugian. Besarnya biaya modal yang dikeluarkan untuk menanam dan merawat, membuat mereka merugi karena hasil panen tidak sesuai harapan.
“Biasanya 2 bedengan itu bisa sampai 16 bal sayur. Sekarang malah tinggal 10 bal,” ujarnya.
Baca Juga: Kisah Mohammad, Penjual Pentol di Tengah Sepinya Danau Perintis
Bahkan kata Suban, situasi seperti ini membuat para pembeli harus beralih ke tempat lain. Dengan begitu, penghasilan mereka juga ikut menurun dikarenakan kangkung mereka tak lagi laku.
“Jika cuaca normal kadang pendapatan sampai 1 juta per panen, Namun jika cuaca hujan begini, paling hanya dapat 500 ribu bahkan di bawah dari itu,” tuturnya.
Baca Juga: Letkol Arm Asep Ridwan Jalani Tradisi Masuk Kodim 1304 Gorontalo
Para petani kangkung hanya bisa berharap, kondisi kondisi hujan seperti ini bisa segera berlalu. Agar, mereka dapat kembali menanam dan mendapatkan hasil panen yang maksimal.
“Ada obat khusus untuk sayur saat kondisi hujan begini, tapi harganya mahal. Mana kami harus beli pupuk dan obat-obatan lainnya,” ia menandaskan.













