Hibata.id – Raja Juli Antoni, Ph.D., politikus muda dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), saat ini ia menjabat sebagai Menteri Kehutanan Indonesia sejak 20 Oktober 2024.
Sebelumnya, ia dikenal sebagai tokoh Muhammadiyah muda, akademisi, sekaligus aktivis yang aktif dalam isu perdamaian dan demokrasi.
Raja Juli Antoni lahir pada 13 Juli 1977. Ia merupakan putra Raja Ramli Ibrahim, tokoh Muhammadiyah Riau yang pernah menjabat Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah setempat.
Perjalanan pendidikannya dimulai dari Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah di Garut, Jawa Barat. Tahun 2001, ia meraih gelar sarjana Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dari IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (kini UIN Jakarta) dengan penelitian mengenai ayat-ayat jihad.
Dengan beasiswa Chevening Award pada 2004, Raja Juli melanjutkan studi master di Department of Peace Studies, University of Bradford, Inggris, dan menulis tesis tentang penyelesaian konflik Aceh.
Tahun 2010, ia kembali melanjutkan studi doktoral di University of Queensland, Australia, dengan beasiswa Australia Development Scholarship (ADS).
Ia berhasil meraih gelar Ph.D melalui disertasi bertajuk Religious Peacebuilders dengan studi kasus di Mindanao (Filipina Selatan) dan Maluku (Indonesia).
Selain kiprah akademis, Raja Juli aktif di berbagai organisasi. Ia pernah menjabat Ketua Umum PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (2000–2002) dan Direktur Eksekutif Maarif Institute yang didirikan almarhum Ahmad Syafii Maarif.
Dalam perjalanan politik, Raja Juli sempat bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan maju sebagai calon legislatif pada Pemilu 2009 di daerah pemilihan Jawa Barat IX.
Meski belum terpilih, kiprahnya berlanjut dengan mendirikan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bersama sejumlah politikus muda. Ia kemudian dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal PSI sebelum menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pembina.
Pada 2015, Raja Juli sempat menjadi kandidat Ketua Umum PP Muhammadiyah, namun memilih mundur demi fokus pada pengembangan PSI.
Kini, dengan posisi sebagai Wakil Menteri ATR/BPN, Raja Juli Antoni kerap menekankan pentingnya tata kelola agraria yang adil, transparan, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Raja Juli dikenal luas sebagai intelektual muda Muhammadiyah yang mengedepankan nilai pluralisme, demokrasi, dan perdamaian. Kiprahnya di lembaga pendidikan internasional memperkuat pandangan moderat dalam membangun bangsa.
Sebagai akademisi, aktivis, dan politisi, Raja Juli Antoni menunjukkan jejak konsistensi dalam perjuangan di bidang demokrasi, perdamaian, dan kebijakan publik.
Dengan pengalamannya, ia diharapkan dapat memperkuat reformasi agraria dan tata ruang di Indonesia.















