Hibata.id – Nama Yaqut Cholil Qoumas mendadak jadi bahan perbincangan di dalam rumah tahanan (rutan) KPK.
Bukan karena sidang atau pemeriksaan, melainkan karena “tidak terlihat” sejak Kamis malam.
Kabar tersebut bahkan sampai membuat sesama tahanan bertanya-tanya.
“Tadi sempat tidak melihat Gus Yaqut. Informasinya keluar sejak Kamis malam,” kata Silvia Harefa, istri eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer, saat menjenguk suaminya di Gedung KPK, Sabtu (21/3/2026).
Menurut Silvia, kondisi itu bukan hanya disadari oleh satu dua orang.
“Semua tahanan tahu, mereka sempat bertanya-tanya karena tidak melihat beliau di rutan,” ujarnya.
Di tengah suasana Lebaran yang biasanya penuh kunjungan keluarga dan makanan khas hari raya, “absennya” sosok Yaqut justru menjadi topik hangat di dalam rutan.
Namun, KPK memastikan tidak ada hal misterius di balik situasi tersebut.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa Yaqut tidak berada di rutan karena status penahanannya dialihkan menjadi tahanan rumah.
“Bukan karena kondisi sakit. Jadi memang karena ada permohonan dari pihak keluarga, kemudian kami proses,” kata Budi kepada awak media, Minggu (22/3/2026).
Budi menegaskan, bahwa pengalihan penahanan ini bukan keputusan permanen, melainkan bersifat sementara dan tetap dalam pengawasan ketat.
“Pelaksanaannya yakni dengan melakukan pengalihan jenis penahanannya, untuk sementara waktu. Selama melaksanakan pengalihan penahanan tersebut, KPK tetap melakukan pengawasan melekat dan pengamanan kepada yang bersangkutan,” jelasnya.
Ia juga menepis anggapan adanya perlakuan khusus dengan membandingkan kasus lain.
“Mengapa beda dengan LE? Setiap proses penyidikan tentu memiliki kondisi dan strategi penanganan perkara yang berbeda, termasuk dalam penahanan seseorang sebagai tersangka,” kata dia.
Menurut KPK, seluruh proses tersebut telah dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
“Kami pastikan bahwa proses pengalihan penahanan untuk sementara waktu ini sesuai ketentuan dan prosedur penyidikan maupun penahanan terhadap seorang tersangka,” tegas Budi.
Sementara itu, suasana rutan KPK pada momen Idul Fitri tetap berlangsung seperti biasa. KPK membuka layanan kunjungan bagi keluarga, bahkan memperbolehkan membawa makanan khas Lebaran.
Silvia mengaku mendapat bagian membawa sayur ketupat, meski bukan favorit suaminya.
“Nggak sih (kesukaan Noel), emang dari koordinatornya di grup, masing-masing keluarga bawa. Ada yang semur, sayur. Aku kebetulan kebagian dapat sayur,” katanya.
Ia juga membawa tambahan makanan untuk dibagikan kepada tahanan lain.
“Disuruh bawa biar merasakan katanya keluarga makanannya,” ujarnya.
Di tengah suasana Lebaran yang hangat itu, satu hal yang berbeda hanyalah satu: kursi yang biasanya ditempati Yaqut, kini kosong—dan justru itulah yang membuat semua orang penasaran.















