Scroll untuk baca berita
Kabar

Stok Gas Elpiji di Pohuwato Aman Jelang Ramadan, Pangkalan Nakal Siap Ditutup

×

Stok Gas Elpiji di Pohuwato Aman Jelang Ramadan, Pangkalan Nakal Siap Ditutup

Sebarkan artikel ini
Warga Bone Bolango Sulit Dapatkan Gas Elpiji 3 Kilogram/Hibata.id
Warga Bone Bolango Sulit Dapatkan Gas Elpiji 3 Kilogram/Hibata.id

Hibata.id – Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Pohuwato memastikan stok LPG tetap aman selama bulan Ramadan 2026.

Kepala Disperindagkop Pohuwato menyampaikan hal itu saat menghadiri reses anggota DPRD di Dapil Duhiadaa–Patilanggio, Senin (9/2/2026).

Scroll untuk baca berita

Ia mengatakan Pertamina sudah menjamin ketersediaan gas LPG selama puasa. Namun, ia menegaskan pengawasan distribusi tetap menjadi perhatian utama.

“Insyaallah stok aman. Tapi pengawasan harus kita jaga bersama,” ujarnya.

Ia meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pangkalan menjual LPG ke pengecer atau melanggar aturan. Laporan harus disertai bukti seperti foto.

Baca Juga:  Menguak Dugaan Ketidaksesuaian Penggunaan Dana Bencana Desa Bulili

“Kalau ada bukti, minggu berikutnya pangkalan itu tidak kami suplai. Kuotanya kami alihkan ke pangkalan terdekat,” katanya.

Menurutnya, pemerintah sudah menutup tiga pangkalan di Kecamatan Popayato karena melanggar aturan. Meski ditutup, jatah LPG untuk desa tetap tersedia karena dialihkan ke pangkalan lain.

“Kuota desa tidak hilang. Kami hanya pindahkan agar warga tetap terlayani,” tegasnya.

Ia juga menegaskan pemerintah tidak lagi menambah pangkalan LPG baru. Ke depan, distribusi tambahan LPG hanya melalui Koperasi Merah Putih.

Baca Juga:  FH-UNG Tembus Final Debat Penegakan Hukum Pemilu V Bawaslu RI 2025

Saat ini, pemerintah daerah telah membangun 34 titik Koperasi Merah Putih. Tiga di antaranya segera diresmikan secara daring pada pertengahan bulan ini.

Namun di wilayah Duhiadaa, pemerintah masih membutuhkan tambahan lahan sekitar 20 x 30 meter untuk pembangunan koperasi baru.

Terkait harga LPG yang sempat mencapai Rp40 ribu per tabung, ia menegaskan harga tinggi itu terjadi di tingkat pengecer, bukan pangkalan resmi. Dari hasil sidak, petugas menemukan pengecer menimbun 30 hingga 40 tabung LPG.

Baca Juga:  Warga Pohuwato Heboh: Dapat Peringatan Tsunami, Malah Ramai-Ramai ke Pantai Pohon Cinta

“Kalau masih ada yang menimbun atau menjual mahal, pasti kami tindak,” katanya.

Menjelang Ramadan, pemerintah memastikan siap menggelar operasi pasar jika ada desa yang mengalami kekurangan pasokan.

“Kalau ada desa yang pasokannya kurang, kami langsung turun. Kami ingin masyarakat tenang saat puasa,” ujarnya.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel