Hibata.id – Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea menekankan perlunya perbaikan kualitas Pemilu dan pemilihan kepala daerah saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) kajian teknis yang digelar KPU Kota Gorontalo di pelataran Kantor Wali Kota.
Menurut Adhan, kualitas pemilu saat ini menurun dibandingkan masa sebelumnya. Berbagai aturan dan praktik di lapangan, kata dia, memicu politik biaya tinggi dan menurunkan mutu calon.
“Kalau melihat kondisi sekarang, kualitasnya sudah jauh di bawah. Banyak hal yang perlu kita dialogkan supaya pemilihan ini bisa lebih baik,” ujarnya.
Wali kota mencontohkan rekannya yang menghabiskan miliaran rupiah untuk bertarung dalam pemilu namun tetap gagal terpilih.
“Pertama dia habis Rp 1,5 miliar, berikutnya Rp 1,2 miliar, tapi tetap tidak terpilih. Karena andalannya cuma uang. Itu yang membuat demokrasi turun kualitas,” katanya.
Ia juga menyoroti pendapatan kepala daerah yang stagnan, membuat mereka rentan terjebak masalah hukum.
“Gaji kepala daerah itu dari dulu cuma Rp 5,725 juta. Kalau sudah berpikir macam-macam, pasti terjebak. Ini yang banyak terjadi,” ujarnya.
Adhan mendorong KPU di tingkat kota dan provinsi untuk memberikan masukan kepada pemerintah pusat agar aturan yang melemahkan kualitas demokrasi dapat diperbaiki.
“Kita ingin anggota DPR maupun kepala daerah punya kualitas,” katanya.
Menutup penyampaiannya, Wali Kota mengingatkan pentingnya menjaga sikap politik dan tidak menjadikan perbedaan sebagai persoalan pribadi.
“Perbedaan dalam politik itu biasa, tapi jangan sampai masuk ke dalam hati. Jangan pernah dendam sama orang,” pesannya.
FGD ini diharapkan menghasilkan rekomendasi untuk pemilu yang lebih sehat, sehingga wakil rakyat dan kepala daerah yang lahir dari proses tersebut benar-benar membawa kualitas yang diharapkan masyarakat.













