Scroll untuk baca berita
Kabar

WIRE-G Bangkitkan Kesadaran Gender dari Akar Rumput

×

WIRE-G Bangkitkan Kesadaran Gender dari Akar Rumput

Sebarkan artikel ini
Woman Institute for Research and Empowerment of Gorontalo (WIRE-G) saat menggelar pelatihan intensif bertema kesetaraan dan hak sipil di Dusun Limu, Desa Bihe, dan Dusun Buyuo, Desa Pangahu. (Foto: WIRE-G)
Woman Institute for Research and Empowerment of Gorontalo (WIRE-G) saat menggelar pelatihan intensif bertema kesetaraan dan hak sipil di Dusun Limu, Desa Bihe, dan Dusun Buyuo, Desa Pangahu. (Foto: WIRE-G)

Hibata.id – Kesetaraan gender tak melulu soal wacana di ruang seminar. Di dua dusun terpencil di Kecamatan Asparaga, Kabupaten Gorontalo, benih kesadaran itu disemai dari rumah ke rumah, oleh Woman Institute for Research and Empowerment of Gorontalo (WIRE-G).

Lembaga ini menggagas pelatihan intensif bertema kesetaraan dan hak sipil di Dusun Limu, Desa Bihe, dan Dusun Buyuo, Desa Pangahu. Fokus utama pelatihan ini adalah membangun pemahaman kolektif tentang hak-hak ekonomi, sosial, budaya, sipil, dan politik—atau yang dikenal dengan Ekosob-Sipol—melalui pendekatan partisipatif di tingkat komunitas.

Sebanyak 30 peserta di masing-masing dusun, terdiri dari 20 perempuan dan 10 laki-laki dari beragam latar belakang, termasuk generasi muda dan kelompok marginal, mengikuti pelatihan selama beberapa hari.

Baca Juga:  Kapolres Pohuwato Amankan AJP Run Fest 2025 di Bundaran Panua

Program ini terselenggara berkat dukungan Global Environment Facility-Small Grants Programme (GEF-SGP), dan menghadirkan fasilitator dari InHides serta komunitas Sampul Belakang.

Pelatihan diawali dengan pre-test untuk memetakan pemahaman awal peserta, disusul kontrak belajar yang disepakati bersama. Materi mencakup pengenalan konsep gender, ketidakadilan struktural, pemetaan persoalan perempuan, hingga pemahaman atas hak dasar sebagai warga negara.

Salah satu sesi yang paling menggugah terjadi saat peserta diminta memetakan masalah yang dialami perempuan di lingkungannya. Sejumlah peserta laki-laki mengaku baru menyadari adanya ketimpangan yang selama ini dianggap lumrah.

Baca Juga:  Simak Cara Daftar Penerima Bansos di dtks.kemensos.go.id

“Kami jadi lebih memahami bahwa ketidakadilan gender bukan hanya masalah perempuan, tapi juga tanggung jawab bersama,” ujar seorang peserta laki-laki.

Di Dusun Buyuo, pelatihan berlangsung di rumah warga, menciptakan suasana yang hangat dan inklusif. Sementara di Dusun Limu, kegiatan digelar di kediaman Kepala Dusun, dan dibuka langsung oleh Kepala Desa Bihe, Parmin Bilo. Dalam sambutannya, Parmin menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai landasan menuju masyarakat yang lebih adil.

Baca Juga:  Lantas Gorontalo Kota Klarifikasi Video Viral Siswa Terperosok ke Saluran Air

“Kesadaran soal kesetaraan ini penting, karena menyangkut cara kita membangun masa depan bersama,” kata Parmin.

WIRE-G menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar transfer pengetahuan. Ini bagian dari gerakan sosial untuk mendorong transformasi dari akar rumput—dari warga, oleh warga, dan untuk warga.

Dengan pendekatan yang berbasis pengalaman lokal, pelatihan ini menunjukkan bahwa perubahan sosial tak harus dimulai dari pusat kekuasaan. Kesetaraan bisa bertumbuh dari desa—perlahan, namun pasti.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel